Berikut Adalah Soal
Pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir Kepada Mayat/Mayit di Alam Kubur (Alam
Barzah):
1. Siapa Tuhanmu?
2. Siapa Nabimu?
3. Apa Agamamu?
4. Siapa Imammu?
5. Dimana Kiblatmu?
6. Siapa Saudaramu?
Berikut Ini Adalah Jawaban Atas Pertanyaan Malaikat Mungkar dan Nakir :
1. Siapa Tuhanmu? Allah SWT
2. Siapa Nabimu? Muhammad SAW
3. Apa Agamamu? Islam
4. Siapa Imammu? Al-Quran
5. Dimana Kiblatmu? Ka'bah
6. Siapa Saudaramu? Muslimin dan Muslimat
Sinar Agama
(1). Sengaja tidak sebut pertanyaan: Apa kitabmu?
Karena akan sama dengan jawaban "Siapa imammu?". Padahal kan tidak mungkin
malaikatnya lupa.
(2). Kalaulah kamu sudah berimam pada Qur an, apakah kamu sudah membuat negara
yang berhukum Qur an? Karena
imam kan menjadikannya pemimpin dalam semua hal terutama kenegaraan.
(3). Qur an sendiri mengatakan:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ
وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ
(QS: 4: 59)
"Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kalian kepada Allah, dan taatlah
kalian kepada Rasul dan Pemimpin/imam diantara kalian!"
Kalau kamu mau ikut Qur an, maka Qur an sendiri meewajibkanmu mengikuti
PEMIMPIN DIANTARA KITA MANUSIA. Jadi, imam dan pemimpn itu adalah MANUSIA,
bukan kitab.
(4). Syarat imam harus maksum as, QS: 76: 24:
فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ
آثِمًا أَوْ كَفُورًا
"Sabarlah dengan hukum Tuhanmu dan jangan ikuti orang-orang yang memiliki
dosa (berdosa) dan orang-orang yang kafir!!!"
Jadi, imam itu disamping manusia, ia juga harus/wajib maksum alias tidak punya
dosa. Karena itu, karena yang tahu kemaksuman ini hanya Allah dan NabiNya saww
(setelah diberitahu Allah), maka Pemimpin atau Imam ini tidak bisa dipemilukan,
akan tetapi harus ditentukan dan ditunjuk Allah.
(5). Imam Maksum inilah yang akan membawa shiratu al-mustaqim, jalan lurus yang
Qur an sendiri mengatakan SAMA SEKALI TIDAK MEMILIKI KESALAHAN, yang diungkap
dengan WA LAA AL-DHAALLIIN (tidak salah sama sekali). Nah, kalau ilmu Islam dan
amal2 Islamnya tidak salah sama sekali, berarti ilmu dan amalnya mesti sama
seperti Nabi saww, artinya jalan ini mesti berupa jalannya orang maksum. Karena
itu, kalau maksum ini tidak ada setelah Nabi saww, berarti Tuhan berdusta
kepada kita dan menipu kita manakala mewajibkan kita meminta kepadaNya dalam
setiap shalat untuk ditunjuki kepada jalan lurus itu, karena jalan lurus
tersebut tidak ada karena ketidak adaan orang maksum ini. Padalah kan Tuhan tidak mungkin menipu kita dan
membohongi kita?
Dengan demikian, maka ketika Tuhan mewajibkan di setiap shalat membaca
alfatihah, dimana ada permintaan jalan lurus, dimana jalan lurus ini adalah
jalan maksum, maka sudah jelas bahwa jalan lurus itu ada, yakni jalan maksum
ini ada. Itulah imam yang wajib ditaati yang tidak boleh memiliki dosa itu.
(6). Karena maksum ini tidak bisa diketahui kecuali oleh Allah secara langsung
dan oleh Nabi saww secara tidak langsung (karna diberi tahu Allah), maka Tuhan
sengaja di dalam Qur an memngumumakaan akan adanya orang-orang maksum yang
disebut Ahlulbait as ini. Perhatikan
QS: 33: 33:
إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ
أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
"Sesungguhnya Allah hanya ingin menghilangkan segala kekotoran (dosa) dari
kalian wahai Ahlulbait, dan membersihkan kalian sebersih bersihnya."
Dan sesuai dengan kesaksian puluhan atau ratusan hadits sunni, Ahlulbait as itu
adalah siti Faathimah as, imam Ali as, imam Hasan as, dan imam Husain as. Tentu
saja karena hanya meraka yang lahir pad awaktu itu. Kalau tidak maka 9
imam-imam lainnya adalah Ahlulbait dan maksum as. Sampai2 hal tsb disaksikan
oleh setidaknya dua Istri Nabi saww bahwa maksud Ahlulbait as adalah meraka2
yang disebuntukan itu.
- Untuk kesaksian 'Aisyah bisa dilihat di: Shahih Muslim, jld. 2, hal. 368;
Syawaahidu al-Tanziil, jld. 2, hal. 33 dimana disini ada 9 hadits; Mustadrak
Hakim, jld. 3, hal. 147; .....dllnya yang banyak sekali.
- Untuk kesaksian Ummu Salamah ra, bisa dilihat di: Shahih Turmudzi, jld. 5,
hal. 31 dan hal. 328 dan 361; Syawaahidu al-Tanziil, jld. 2, hal. 24, disini
ada 32 hadits; Tafsir Ibnu Katsiir, jld. 3, hal. 484 dan 485; Tafsir Thabari,
jld. 22, hal. 7 dan 8; ...dll yang banyak sekali.
(7). Dan karena di atas sudah dikatakan bahwa imam itu WAJIB MANUSIA (bukan
kitab Qur an) dan WAJIB MAKSUM, maka 12 imam yang disebut Nabi saww di shahih
Bukhari dan Muslim itu, sudah mesti orang-orang maksum. Nabi saww bersabda:
"Setelah aku ada 12 imam, semuanya dari Qurasy"
(Shahih Bukhari, hadits ke: 7222 dn a7223; Shahih Muslim hadits ke: 3393, 3394,
3398; ....dll-nya di kitab2 yang banyak sekali).
Karena itu pulalah maka Nabi saww mengatakn bahwa imam ke 12 itu adalah
Ahlulbait as:
Abu Hurairah berkata, bahwa Nabi saww bersabda:
"Kalaulau umur dunia ini tidak tersisa kecuali sehari, maka Allah akan
memanjangkan -umurnya- sehingga dikuasai oleh seorang lelaki dari Ahlulabaitku
dimana akan mengusai gunung Dailam dan al-Qisthanthaniyyah."
Lihat hadits-hadits seperti ini dan yang senada di: Shahih Ibnu Maajah bab
al-Jihad dan bab al-Fitan, jld. 3, hal. 177; Musnad Ahmad bin Hanbal, jld. 1,
hal. 84; Shahih Abu Daud, jld. 27, kitab: al-Mahdi; Mustadrak Hakim, jld. 4,
hal. 557; Usdu al-Ghaabah, jld. 1, hal. 259; .... dll yang banyak sekali.
wassalam.