Rabu, 14 September 2016

Mengenang Tragedi Idul Adha Berdarah 1962

Penembak Soekarno itu anggota Jamaah DI/TII

 (1686 Views) September 12, 2016 10:21 am | Published by Islamnus | No comment
Senin, 12 September 2016

ISLAMNUSANTARA.COM – Saat itu KH Zainul Arifin sudah satu tahun lebih menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong yang dibentuk Presiden Soekarno. KH Idham Chalid sudah 5 tahun memimpin Nahdlatul Ulama. Sementara KH Saifuddin Zuhri baru 12 hari dilantik menjadi Menteri Agama RI.
Pada tahun 1962, tepatnya hari Rabu 14 Mei pagi, Kiai Zainul Arifin yang juga Panglima Hizbullah pada masa Revolusi Fisik itu pergi ke masjid Baiturrahim di Istana Negara, Jakarta, untuk mendirikan Shalat Idul Adha bersama Presiden Soekarno.
Pada Shalat Idul Adha waktu itu, Ketua PBNU KH Idham Chalid bertindak sebagai imam, sementara khotibnya Wakil Menteri Pertama Bidang Pertahanan dan Keamanan/KSAD Abdul Harris Nasution.
Ketika mendirikan Shalat Id yang dimulai sekitar pukul 7.50 WIB tersebut, Soekarno berada di barisan terdepan jamaah. Di sebelah kirinya ada Abdul Harris Nasution. Di Samping Nasution ada KH Zainul Arifin. Di Samping Kiai Zainul ada KH Saifuddin Zuhri. Shalat Id berlangsung aman hingga memasuki rakaat kedua.
Cucu KH Zainul Arifin, Ario Helmy, dalam catatannya menggambarkan seperti berikut:
Keheningan khusuk berlangsung khidmat melingkupi umat memuji Sang Maha Agung dalam ruku’ mereka pada rakaat kedua Idul Adha tersebut.
“Sami’allahu liman hamidah,” ucap imam KH Idham Chalid. Belum sempat jamaah menyahuti seruan imam dengan “rabbana wa lakal hamdu,” dari barisan ketiga jamaah bagian kiri, tiba-tiba pecah teriakan lantang seorang jamaah, “Allahu Akbar…!”, seraya tangannya mengacungkan pistol yang diambil dari betis kanannya.
Ia adalah seorang penembak tepat, mestinya sasaran tembaknya tidak bakal luput dari muntahan pelurunya, namun anggota pengawal presiden berhasil menepiskan tangan pembokong itu dengan sigap hingga senjata api sang penembak gelap melenceng ke sisi kiri target yang ditujunya, Soekarno!
“Dor…!” peluru menyalak nyaring.
Orang-orang, termasuk imam bertiarap. Lalu suasana berubah kacau balau.
KH Zainul Arifin dalam upayanya merebahkan diri di atas sajadah, malah jatuh tersungkur. Bahu kirinya terasa basah. Ketika dia mencoba meraba bagian tubuhnya yang terasa hangat, didapatinya buhul dasinya sampai terputus. Darah segar merembesi kemeja putih hingga ke jas luarnya. Sedikit lagi peluru bisa mengenai jantungnya.
“Saya kena…,” desah tokoh NU tersebut pasrah, di antara kekacauan di sekelilingnya.
“La haula wa la quwwata illa billahil aliyyil adzim,” begitu ucap kiai bermarga Pohan asal Barus tersebut. Matanya mulai berkunang-kunang. Ia terus berdzikir, bertasbih. Menyeru-nyeru tuhannya Yang Maha Kuat…
Empat jamaah lainnya juga turut terluka, KH Idham Chalid, Pengawal Presiden Ipda Darjat, Pengawal Presiden Brigadir Susilo dan pegawai istana Mohammad Noer.
Belakangan, diketahui pelakunya adalah orang yang berafiliasi dengan kelompok DI/TII. Target utamanya adalah Soekarno.
Sejak itu, KH Zainul Arifin, berkali-kali keluar masuk rumah sakit. Sepuluh bulan kemudian, tepatnya 2 Maret 1963, akhirnya meninggal dunia setelah mengalami koma selama beberapa hari sebelumnya karena berbagai komplikasi. Keesokan harinya ia dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata di Jakarta. (ISNU)

Minggu, 11 September 2016

Keadilan Tuhan dan Rahasia Perbedaan

Masalah keadilan termasuk masalah penting yang pemahaman atasnya menjadikan manusia (khususnya umat Islam) tercerahkan dan penuh optimistis menghadapi hidup atau sebaliknya akan menjadi manusia pesimis dan pasif dalam arena kehidupan. Karena itu pemahaman yang benar dan proporsional atas keadilan ini merupakan agenda besar untuk menyingkap misteri tujuan dan hikmah penciptaan.

Keadilan menempati posisi penting dalam Islam, sebagai salah satu cabang Tauhid. Keadilan memiliki keterkaitan erat dengan diamalkannya agama. Tanpa meyakini keadilan, tidak berguna kita mengamalkan agama dan menyembah Tuhan. Sebab, tanpa keadilan, seluruh nilai baik dan buruk tidaklah berarti serta penyembahan kepada Tuhan tidaklah berguna. Misalnya, jika orang berbuat baik maka tentu harus mendapatkan ganjaran kebaikan dari Tuhan, dan jika berbauat buruk harus mendapatkan hukuman dari Tuhan. Ini adalah keadilan ilahi, karena telah menempatkan sesuatu pada tempatnya. Jika kita tidak percaya pada hal itu, yang berarti bisa saja orang baik dihukum Tuhan (dimasukkan ke neraka) dan orang jahat di beri ganjaran surga oleh Tuhan, maka untuk apa kita mengamalkan agama. Karena toh, percuma saja berbuat baik atau buruk, karena hasilnya tidak sesuai. Dari sini keadilan memiliki hubungan erat pula dengan janji kebangkitan di akhirat.

Begitu pula, keadilan berhubungan erat dengan kehidupan manusia sebagai individual dan sosial,sehingga manusia senantiasa mengejar keadilan dan menolak kezaliman. Bayangkan jika keadilan tidak ditegakkan dan kezaliman meraja lela?

Alquran dalam banyak ayatnya juga menegaskan pentingnya keadilan. Misalnya, “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan…” (Q.S. an-Nahl: 90); “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk tidak berlaku adil”. (Q.S. al-Maidah: 8); “Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melakukan keadilan”. (Q.S. al-Hadid: 25) “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil”. (Q.S. al-Mumtahanah: 8).

Mungkin timbul keberatan di hati manusia akan keadilan ilahi. Hal ini karena adanya perbedaan yang dalam antara satu manusia dengan yang lainnya. Sebab kenyataan yang kita hadapi dalam hidup ini, seringkali membuat kita berkesimpulan bahwa jurang perbedaan yang ada menyimpan ketidakadilan (kezaliman). Ada orang yang bekerja keras, tetapi hidupnya tetap dalam kesulitan. Ada orang yang hanya ongkang-ongkang kaki, tetapi hidupnya melimpah mewah. Ada orang yang melihat kondisi ini sebagai ketidakadilan Tuhan, padahal boleh jadi, itu akibat ketidakadilan manusia.

Kekeliruan berpikir ini terjadi akibat kekeliruan memahami makna keadilan sebagai kesamaan. Pembagian yang adil, bagi mereka adalah pembagaian yang sama. Padahal defenisi ini sangat parsial dan hanya bisa berlaku pada kondisi tertentu saja. Pada kondisi berbeda, atau bahkan pada umumnya, penyamaan akan menyebabkan ketidakadilan. Misalnya, menyamakan uang jajan anaknya yang masih SD dengan anak kuliah.

Begitu pula dalam peran di kehidupan ini. Misalnya, jika semua orang adalah petani, maka tidak ada pula petani itu sendiri, sebab petani memerlukan cangkul, pupuk, racun, dan lainnya, sementara itu semua tidak ada karena tidak ada tukang cangkul, tukang pupuk, atau tukang buat racun. Jika semua orang kaya, maka kekayaan itu sendiri tidak akan ada harganya, jika malam terus-menerus tanpa siang, maka malam tidaklah ada. Jika semuanya muslim dalam tingkatan yang sama, Islam pun tak kita kenal. Jadi berpasangan dan perbedaan merupakan hal penting alam makhluk (ciptaan). Artinya perbedaan menunjukkan keadilan sedangkan penyamaan akan berakibat pada kezaliman. Jadi, dari sisi penciptaan perbedaan yang terjadi adalah keniscayaan yang tidak merusak keadilan Tuhan.

Karena itu, perbedaan memiliki rahasia dalam alam penciptaan. Di antara rahasianya adalah sebagai berikut :
  1. Jika tidak ada perbedaan, maka Tuhan harus menciptakan satu makhluk saja, karena jika menciptakan lebih dari satu akan meniscayakan perbedaan. Sebab, mustahil ada dua hal tanpa ada perbedaanya.
  2. Perbedaan menunjukkan pada keagungan tatanan alam (dan manusia), karena, tanpa perbedaan, tidak akan ada kemajuan dan keanekaragaman serta keseimbangan yang mengarahkan pada kesempurnaan.Allah berfirman : “Dan diantara tanda-tanda kekuasaannya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasa dan warna kulitmu.” (Q.S. al-Rum: 22).
  3. Perbedaan menunjukkan kesalinghubungan dan kesalingbutuhan yang merupakan karakter makhluk.
  4. Perbedaan itu akan menghadirkan mozaik keindahan dan pengenalan eksistensi kebaikan secara beragam dan bertingkat.
  5. Dalam penalaran filososfis, perbedaan merupakan hal yang esensial dan bagian dari keberadaan itu sendiri. Karenanya, menghilangkan perbedaan sama dengan menghilangkan eksistensi atau wujud itu sendiri. Sebab, penciptaan setidaknya berdasarkan pada dua hal yaitu: mungkin untuk diciptakan dan mengandung kebaikan. Maka perbedaan dalam penciptaan sudah memenuhi dua dasar tersebut, artinya perbedaan merupakan hal yang mungkin dan mengandung kebaikan. Karena yang mustahil dan tidak memiliki kebaikan, tidak akan diciptakan oleh Allah.
  6. Meskipun ada perbedaan, namun Tuhan menilai setiap orang sesuai dengan aktualisasi potensinya. Jika setiap manusia itu mengaktualkan potensinya hingga mencapai puncak kesempurnaan, maka semuanya sempurna, meskipun dalam tingkatan yang berbeda. Inilah mengapa Allah dalam kitab-Nya menyamakan para Nabi sekaligus juga membedakannya (lihat Q.S. al-Baqarah: 253 dan 285).
Karena itu mari kita menghormati dan merayakan perbedaan dalam pikiran, sikap, dan perilaku kita sehari-hari, tanpa diembel-embeli dengan hinaan yang merendahkan, cacian yang menjengkelkan, atau tuduhan yang mengundang permusuhan dan kebencian. Jangankan kita berpikir untuk memaksakan persamaan bagi semua. Biarlah setiap orang mengambil bagian dalam perannya di kehidupan ini dan kehidupan mendatang. (hd/liadmin)


Kamis, 01 September 2016

ISLAM, RUSIA, DAN AKHIR ZAMAN

oleh: Syaikh Imran Hosein

Krimea adalah semenanjung yang berada di sebelah Selatan Ukraina, menghadap ke Laut Hitam. Krimea berada di satu garis lurus dengan Konstantinopel (Istanbul) di sebelah Barat. Topik ini sangat penting karena mengenai politik dan ekonomi internasional. Dalam sudut pandang Islam, hal ini berkaitan dengan Eskatalogi Islam (ilmu akhirul jaman). Apakah ada hubungan antara Islam dan Rusia? Kami menunggu topik ini untuk dijelaskan oleh cendekiawan-cendekiawan Islam lainnya yang terhormat, sehingga suara kami mengenai hal ini tidak menjadi satu-satunya sudut pandang Islam.
Telah kami jelaskan berkali-kali mengenai hubungan antara Islam dan Rusia saat ini. Dan kami mengambil panduan dari Al Qur’an. Kami telah mengambil ayat-ayat Al Qur’an dan menjelaskannya dengan cara yang belum pernah dijelaskan sebelumnya. Respon dari dunia cendekiawan Islam adalah diam seribu bahasa. Mereka tidak mengatakan apakah penjelasan kami ini benar atau salah.
Dan oleh karena itu, untuk mengingatkan mereka sekali lagi, kami berikut ini akan menjelaskannya. Sudah barang tentu bahwa kami menggunakan metodologi dalam menggunakan Al Qur’an. Sebuah metodologi yang diajarkan oleh guru kami, Maulana Fazlurahman Anshari (ra). Beliau mengatakan bahwa Muslim tidak boleh mengambil satu ayat dalam Al Qur’an atau satu Hadist lalu mengurungnya untuk mencoba menarik sebuah kesimpulan. Namun, kita harus mengambil seluruh ayat-ayat Al Qur’an yang berkaitan dengan materi yang kita bahas. Dari situ kita akan menemukan sebuah sistem arti. Seperti kita mengamati bintang-bintang di angkasa, kita harus mengetahui bagaimana bintang-bintang itu berkaitan satu sama lain dalam rangka penggunaannya untuk navigasi di permukaan bumi. Bintang-bintang itu bukanlah sekedar penghias angkasa, namun berfungsi sebagai lampu, yang menerangi sekaligus memberikan kita panduan dan arahan. Demikian pula ketika kita menggunakan ayat-ayat Al Qur’an. Ketika kita mengetahui kaitan ayat satu dengan ayat lainnya, maka Al Qur’an akan berfungsi sebagai lampu, memberikan petunjuk, arahan dan panduan dalam menafsirkannya. Hal yang mengaitkan satu ayat dengan ayat lain sehingga menjadi satu kesatuan (Tauhid) disebut sebagai ‘sistem arti’.
Apakah ada keterkaitan antara Islam dan Rusia? Mari kita melihat ayat-ayat Al Qur’an;
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin [mu]; sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (Surah Al Maidah:51)
Apakah Al Qur’an membicarakan seluruh orang-orang Yahudi dan Nasrani? Ketika kita meihat totalitas ayat-ayat Al Qur’an, kita mendapatkan jawaban yang cepat. Sebagai contoh dalam Surat yang sama Allah (SWT) mengatakan;
Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu [orang-orang Nasrani] terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, [juga] karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri. (Surah Al Maidah: 82)
Jadi Allah subhanahu wa ta’la tidak mengatakan semua Yahudi dan Nasrani, ketika Dia berkata, “jangan mengambil Yahudi dan Nasrani menjadi teman dan sekutu!”
Marilah kita fokus pada ayat yang tadi. Apakah kami boleh bertanya pada anda? Siapakah orang-orang Nasrani yang dimaksud? Dimanakah mereka saat ini? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, dimanakah kita akan mencari jawabannya? Kita harus memulai semua pencarian (pengetahuan) kepada Al Qur’an. Inilah bukti bahwa Al Qur’an menjelaskan dirinya sendiri. Siapakah orang-orang Nasrani yang dengan mereka Muslim dapat berteman dan menjalin hubungan? Jika Al Qur’an dapat menjelaskannya, maka kita tidak perlu untuk mencari sumber lain di luar Al Qur’an.
Sebuah Surah di Al Qur’an menggunakan nama bangsa orang-orang Nasrani ini. Surah Al Ruum. Ruum. Siapakah orang-orang Ruum ini? Ada sebagian orang yang tanpa rasa malu mengatakan bahwa Ruum adalah Washington (Romawi), dan Ruum adalah NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara). Mereka ini adalah cendekiawan tanpa sebutir atom pengetahuan di kepala mereka.

Alif Laam Miim (1) Telah dikalahkan bangsa Ruum,(2) Surah Al Ruum: 1-2
Al Qur’an disini menggunakan kata dalam bentuk lama, sehingga ayat ini memberitahu kita mengenai kekalahan Bangsa Ruum sebelum ayat ini diturunkan.
… ‘lokasi (negeri) yang dekat’… (Surah AL Ruum:3)
Lokasi yang dekat dengan tempat dimana ayat ini diturunkan. Jadi tidak mungkin Roma/Romawi. Kapan Ruum dikalahkan?
… dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang (Surah Al Ruum:3)
Ini adalah sebuah nubuah dari Allah (SWT). Sebuah peristiwa di masa depan, tepatnya setelah ayat ini diturunkan. Kapan?
Dalam beberapa tahun. Bagi Allah-lah urusan ini (kemenangan Ruum). (Surah Al Ruum:4)
Siapakah Bangsa Ruum ini? Al Qur’an merujuk kepada Imperium Bizantium, yang memiliki ibukota di Konstantinopel. Catatan sejarah mengatakan bahwa Ruum telah dikalahkan oleh Imperium Persia dan kemudian dapat membalikkan keadaan dengan mengalahkan Persia dalam pertempuran selanjutnya.
Allah subhanahu wa ta’la yang menentukan dan memutuskan (segala sesuatunya). Dalam kontek ayat ini adalah kemenangan Bizantium terhadap musuhnya. Ayat ini juga mngingatkan kita dalam kontek politik dan hukum baik domestik maupun internasional, bahwa Allah subhanahu wa ta’la adalah pihak tertinggi dalam segala perkara, bukan pemerintah, IMF, maupun DK PBB. Kembali kepada kontek Bizantium;
… Pada saat sebelumnya, dan pada saat sesudahnya…
Allah subhanahu wa ta’la memberitahu kita bahwa Bizantium akan menang setelah dikalahkan musuhnya. Dan Allah subhanahu wa ta’la juga memberitahu kita bahwa di masa depan nanti Bizantium juga akan menang terhadap musuhnya (musuh Bizantium di akhir jaman).
Ada penafsir yang beranggapan bahwa kemenangan Bizantium yang kedua di masa depan adalah sebuah peristiwa penaklukan Mekah! Tidak! Bizantium takkan pernah menaklukan Mekah. Al Qur’an merujuk kepada kemenangan Bizantium, di masa lalu, dan yang akan terjadi lagi di masa depan. Kemenangan di masa lalu telah terpenuhi, namun kemenangan di masa depan belum terjadi.
Pada masa itu, Muslim bergembira atas kemenangan Bizantium,
Dan tentunya (sesuai dengan kalimat sebelumnya) pada masa yang akan datang Muslim juga akan bergembira atas kemenangan Bizantium.
Dengan jelas tanpa keraguan Al Qur’an telah mengatakan kepada kita siapa orang-orang Nasrani yang kita harus berteman secara positif dengan mereka. Dan hal ini bukanlah mengenai Imperium Otoman (hubungan antara Ottoman dan Nasrani Eropa Barat). Ottoman adalah sejarah buruk bagi Islam. Sehingga ini mengenai pertemanan Muslim dan Nasrani di saat sekarang.
Lalu siapakah mereka saat ini? Apakah ada Ruum di saat ini? Apakah Rusia adalah bagian dari Ruum? Barang siapa yang mengatakan tidak silahkan hidup di bulan dan jangan kembali lagi ke bumi! Rusia adalah bagian dari Ruum. Dan pada saat ini, Rusia memimpin Ruum (Federasi Rusia). Pada saat Ottoman menghancurkan Bizantium, pemimpin religius Nasrani Ortodox (Patriach) memindahkan ibukota Ruum dari Konstantinopel ke Moscow. Oleh karena itu konsekuensinya adalah seharusnya saat ini ada sebuah hubungan antara Islam dan Rusia. Sejarah telah bersimbah darah (antara Islam dan Nasrani Ortodox), dan akan ada lagi besok, anda bisa menyalahkan hal ini kepada Imperium Ottoman, jangan menyalahkan Al Qur’an.
Kembali lagi ke Surah Al Maidah ayat 51.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin [mu]; sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.)
Anda boleh menggunakan segala macam cara untuk memutar-mutar ayat ini, namun anda tetap tidak akan bisa mengubah kesimpulannya. Ini ada kesimpulan valid dan mutlak yang tidak bisa dikesampingkan. Hanya ada satu penjelasan mengenai hal ini. Kami mengetahui bahwa akan ada usaha-usaha lain dari para ulama dan cendekiawan Islam mengenai hal ini. Bahkan mereka berupaya dengan segala hal untuk memaksakan penjelasan mereka. Bahwa yang dimaksud oleh Allah subhanahu wa ta’la bukanlah semua Yahudi dan Nasrani. Lalu Yahudi dan Nasrani yang mana? Jawabannya ada di kalimat selanjutnya,
… Yaitu Yahudi dan Nasrani yang berteman dan bersekutu satu sama lain …
Dengan kata lain, Al Qur’an memprediksi adanya persekutuan Yahudi dan Nasrani di masa ini. Karena jika kita melihat sejarah, Yahudi dan Nasrani tidak pernah berteman. Mereka membenci Yahudi. Yahudi telah membunuh Tuhan mereka. Ketika aliansi Yahudi dan Nasrani muncul dalam permukaan sejarah. Allah subhanahu wa ta’la memerintahkan Muslim untuk tidak berteman dan bersekutu dengan mereka! Apakah aliansi Yahudi dan Nasrani ini telah terwujud? Orang-orang yang tidak mengetahui adanya aliansi ini mungkin adalah mereka-mereka yang jihad Amerika di Suriah. Saya tidak punya cukup waktu untuk menjelaskannya. Dan ada juga jihad Amerika di Libya, Chechnya, dan Yugoslavia. Muslim yang lain mengetahui perwujudan aliansi Yahudi Nasrani ini. Mereka telah muncul di panggung dunia. Mereka adalah Zionist Yahudi dan Zionist Nasrani. (Zionisme adalah gerakan untuk mendirikan negara Israel dan menjadikannya adikuasa dunia). Mereka adalah Aliansi Yahudi Nasrani Inggris Amerika. Mereka telah mengambil alih Inggris. Sehingga Inggris dapat menerbitkan ‘Deklasrasi Balfour’ di Tahun 1917, dasar penciptaan negara Israel. Mereka juga telah mengambil alih kekuasaan di Amerika Serikat. Sehingga AS kini menjadi pelindung Israel sekaligus menyiapkan Israel untuk menjadi adikuasa.
Merekalah yang menciptakan NATO sebagai tangan militer mereka. Merekalah orang-orang yang melanggar setiap hukum, baik hukum domestik dan internasional untuk mencapai tujuan-tujuan mereka. Mereka menyuruh anda untuk mentaati hukum yang mereka langgar! Mereka menggunakan tipu daya dan kebohongan di media massa. Merekalah yang kini menguasai kekuasaan dunia. Mereka ingin mendirikan satu pemerintahan dunia (pemerintahan universal). Apa konsekuensinya apabila Muslim menjalin hubungan dan persahabatan dengan mereka?
Saya tidak tahu apa yang terjadi di dunia Islam? Mereka tampaknya begitu bahagia berdakwah mengenai ‘pisang goreng’ kepada umat! Membuat Muslim terpedaya menikmati ‘riba’ (hutang berbunga). Ketika musuh Islam sedang berupaya menguasai seluruh jagat! Diamnya ulama dan cendikiawan Muslim begitu dahsyat dan sangat memalukan.
Aliansi Yahudi Nasrani ini yang telah menciptakan Negara Israel. Merekalah yang membina dan melindungi Israel. Dan menurut Ilmu Akhir Jaman, mereka akan mendirikan pemerintahan dunia secara universal dan memberikannya kepada Negara Israel. Mengapa mereka menginginkan Israel menjadi adikuasa? Kami semua mengetahuinya kecuali mereka yang melakukan jihad Amerika di Suriah, mereka tidak punya waktu untuk mengkaji Al Qur’an.
Mereka ingin Israel menjadi adikuasa supaya pada saat nanti seorang pemimpin Israel akan muncul dan mengklaim dirinya sebagai Al Masih (juru selamat). Nabi Muhammad (SAW) mengatakan ciri-ciri orang tersebut; beliau mengatakan bahwa dia adalah keturunan Yahudi. Bukan sebuah sistem! Bukan sebuah tatanan! Beliau mengatakan bahwa dia adalah seorang anak muda Yahudi. Bertubuh tegap. Berambut keriting. Yahudi Ortodok memiliki jambang keriting. Dia akan mengklaim dirinya sebagai Al Masih. Namun realitasnya dia adalah ‘Al Masih Al Dajjal.’
Kita semua mengetahui hal ini namun mereka tidak. Mereka terlalu sibuk melakukan jihad Amerika. Mereka dibayar Arab Saudi dan dipersenjatai oleh NATO. Mereka meminta bantuan Angkatan Udara NATO untuk menguasai langit Libya (No Fly Zone) sehingga mereka dapat menyerang dari darat untuk menggulingkan Kadafi dan menaklukan Libya. Tanpa bantuan NATO mereka takkan bisa merebut Libya. Mereka meminta bantuak kepada musuh Islam. Mereka bersekutu dengan pihak-pihak yang telah ‘diharamkan’ Allah subhanahu wa ta’la bagi Muslim untuk menjadi teman. Mereka menklaim diri mereka sebagai ‘mujahidin’. Tidak mereka itu adalah tentaranya Dajjal.
Beginilah Al Qur’an menjelaskan apa yang terjadi saat ini. Jangan menjadi teman mereka, jangan menjadi sekutu mereka. Apakah dunia Islam dengan ulama dan cendekiawan mereka mengetahui ayat ini? Bahwa Allah subhanahu wa ta’la mengharamkan Muslim untuk berteman dan bersekutu dengan Aliansi Yahudi Nasrani Inggris Amerika?
Berapa harga yang harus kita bayar? Jika kita melanggar Syariat dengan menjadi teman dan sekutu mereka? Apa yang harus kita bayar jika kita menjadi kaki tangan mereka? Sebagai contoh, merekalah yang menghancurkan Kilafah dan menggantikannya dengan sistem negara demokrasi sekuler. Dimana Allah subhanahu wa ta’la tidak lagi ‘Al Akbar’ namun rakyatlah yang kini menjadi ‘Al Akbar’. Negara-negara sekuler ini bergabung dalam PBB dimana mereka menjadikan DK PBB ‘Al Akbar’ di muka bumi.
Mereka pula yang mengganti sistem moneter dinar dan dirham menjadi sistem moneter uang kertas yang palsu dan tak memiliki nilai intrinsik. Sistem moneter yang menghisap kita! Sistem perbankan kini menguasai asupan dan distribusi uang, dan mereka melakukannya dengan riba. Berapa harga yang harus kita bayar untuk ini? Mereka pula yang mengganti sistem ekonomi yang jujur dan adil dengan sistem ekonomi yang berbasis penipuan dimana pasar menjadi sarang ular dan pencuri yang berlabel free trade dan globalisasi.
Berapa harga yang harus kita bayar untuk ini? Saya tidak bertanya bagaimana kita melakukannya (ulama mungkin akan berkelit)? Saya menanyakan apa yang harus kita bayar jika kita melakukannya?
… Barang siapa yang melakukannya (menjadi teman dan sekutu mereka; mengikuti cara-cara mereka) kalian sekarang menjadi ‘bagian’ dari mereka…
Inilah yang harus kita bayar! Kehilangan ke Islaman kita.
…Tentunya Allah subhanahu wa ta’latidak menyediakan panduan bagi orang-orang yang ‘zalim’(licik).
Beginilah keadaan dunia saat ini, dunia Nasrani terbagi menjadi dua. Yang satu menjadi sekutu Yahudi dan Allah (SWT) melarang kita untuk menjadi teman dan sekutu mereka. Yang satu lagi, yang menjadi musuh Yahudi, Al Qur’an merujuk mereka sebagai Ruum, Allah subhanahu wa ta’la memerintahkan kita untuk menjadi teman dan sekutu mereka dalam memerangi Yahudi. Dan ketika mereka menang maka kita akan turut bergembira dan merayakannya.
Nah sekarang dengan penjelasan di atas, kita dapat membahas topik kita dengan baik dan benar. Al Qur’an telah mememerintahkan kita untuk memiliki hubungan yang baik dengan Ruum atau Rusia pada saat ini. Sehingga seharusnya dunia Islam berusaha untuk memenuhinya. Peradaban Islam seharusnya memiliki kebijakan diplomatik yang bersahabat dengan mereka. Namun kenyataannya, catatan sejarah justru mengatakan hal yang berlainan/berlawanan.
Tidakkah aneh menurut anda, bahwa Imperium Ottoman yang merasa dirinya Islam, selama 500 tahun melancarkan jihad abadi kepada Ruum? Dan sementara itu, Imperium Ottoman menjalin hubungan yang baik dengan Nasrani Barat! Mereka bersahabat dengan Inggris dan Perancis. Diplomat mereka fasih berbahasa Perancis. Ottoman selalu melancarkan perang kepada orang-orang Ruum! Menyebarkan kebencian dan permusuhan dengan Ruum. Hal ini sangat aneh dan misterius bukan? Siapakah yang menabuh genderang sehingga Imperium Ottoman menari mengikuti iramanya? Siapakah yang telah menanamkan benih yang tumbuh menjadi duri sehingga Islam tidak memiliki hubungan yang baik dengan Ruum?
Kami telah berkali-kali menyampaikan hal ini pada ceramah-ceramah kami sebelumnya? Ottoman telah melancarkan peperangan dengan Rusia berkali-kali. Begitu banyak sehingga kita tidak bisa menghitungnya. Konsekuensinya adalah terciptanya kebencian Rusia terhadap dunia Islam. Tidak jika Rusia memiliki sikap yang bermusuhan terhadap Muslim di sekitar mereka. Bagaimana Rusia dapat memiliki anggapan yang baik terhadap Islam jika ibukota Islam (Imperium Ottoman) melancarkan perang terhadap mereka?
Dan Ottoman tidak merasa cukup dengan perang saja. Mereka melakukan hal yang lebih keji dari itu! Mereka menangkap wanita-wanita Rusia. Menjadikan mereka harim-harim Sultan. Sultan tidak menikahi mereka, namun dia memiliki begitu banyak harim anda tidak bisa menghitungnya. Mereka juga menangkap anak-anak laki-laki Rusia. Mendidik dan mencuci otak mereka. Mereka dijadikan Muslim dan dimasukkan ke dalam pasukan elit Ottoman, pasukan Jannisary. Sehingga anak-anak Ruum mereka gunakan untuk memerangi Ruum! Hal-hal ini seperti menambahkan garam di luka Rusia.
Apakah hal-hal ini dilakukan dengan perencanaan yang matang? Sehingga dampaknya adalah Islam tidak dapat membina hubungan baik dengan Rusia di masa yang akan datang? Apakah sebuah kebetulan, ketika Ottoman menaklukan Ruum, mereka mengubah Kathedral Hagia Sofia menjadi Masjid? Kathedral yang paling diutamakan di dunia Nasrani Ortodox yang telah menjadi pusat kegiatan keagamaan mereka selama 1000 tahun. Sebuah tindakan berdosa yang sangat memalukan, pembangkangan terhadap contoh dari Rasulullah (SAW) dan Kalifah Umar Al Faruk (ra). Saya tidak bisa menemukan satupun ulama dan cendekiawan Islam yang sependapat dengan saya mengenai hal ini! Saya merasa malu memiliki pemimpin seperti Sultan Muhammad Fatih! Tidak heran jika Turki telah mencekal saya! Muslim Turki kini tidak bisa mendengarkan ceramah-ceramah saya! Video-video saya di internet telah mereka banned!
Turki takut, karena gelembung-gelembung telah pecah. Mereka bisa membunuh orang namun mereka tidak bisa membunuh kebenaran. Mereka membunuh saya dengan pencekalan mereka. Bahkan Mossad Israel kini memahaminya, bahwa mereka tidak bisa membunuh orang untuk membunuh kebenaran! Kebenaran akan menang di suatu saat nanti, kebenaran tidak bisa dikalahkan. Kebenaran mengenai Ottoman yang memalukan telah tercatat di buku sejarah dan kini mulai menyeruak ke permukaan.
Dan mereka terus melanjutkannya. Mereka tidak cukup jika Rusia memiliki kebencian terhadap dunia Islam. Ketika orang-orang Mongol merangsek ke Barat, mereka telah membawa orang-orang Tartar ke Krimea. Tartar menetap di Krimea. Mereka menangkapi orang-orang Rusia untuk dijual sebagai budak di Imperium Ottoman! Mereka telah melakukan hal ini selama ratusan tahun dan berlanjut hingga saat ini. Islam macam mana yang telah melegalkan perbudakan dimana Muhammad shalallahu alaihi wassalam telah mengatakan bahwa Islam ada di dunia ini untuk memberantas perbudakan! Hina, hina dan hina bagi Imperium Islam, seharusnya mereka tidak menggunakan nama ‘ISLAM’.
Inilah inti dari argumen saya, dan kini kita berada di situasi dimana Al Qur’an memerintahkan kita untuk memiliki hubungan yang baik dengan Rusia, namun kenyataannya, sejarah telah mencatat sebaliknya (Permusuhan Imperium Ottoman dengan Imperium Russia). Jadi mana yang benar? Apa penjelasannya?
Jawabannya adalah bahwa Zionist mengetahui dengan baik bahwa musuh terbesar mereka bukanlah dunia Islam namun Rusia! Karena Muslim telah lalai dengan panduannya. Hal ini tercatat di Al Qur’an, di ayat tentang tenggelamnya Fir’aun.
Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas [mereka]; hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri [kepada Allah]”. (90)
Apakah sekarang [baru kamu percaya], padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. (91)
Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. (92)
Ketika tenggelam Fir’aun sadar bahwa dirinya bukanlah Tuhan, lalu dia menyatakan keimanannya kepada Allah subhanahu wa ta’la padahal sebelumnya dia adalah seorang pembangkang yang sangat arogan kepada Allah subhanahu wa ta’la. Allah subhanahu wa ta’la telah memelihara jasad Fir’aun ketika ia tenggelam agar dapat ditemukan di akhir jaman untuk menjadi tanda bagi orang-orang yang hidup di akhir jaman. Namun kebanyakan orang terlalu sibuk untuk memahami tanda-tanda yang diberikan Allah subhanahu wa ta’la. Terlalu sibuk mengejar dunia agar tidak terjebak di kemacetan jalan di pagi hari!
Tubuh Fir’aun (Ramses II) telah ditemukan di Tahun 1896, tepat pada saat diresmikannya ‘Gerakan Zionisme’ di Paris. Tidak ada yang menawarkan apa maksud tanda Allah mengenai ditemukannya jasadnya, kecuali bahwa, itu adalah sebuah mukjizat, bahwasanya ini adalah pemenuhan janji Allah.
Namun dengan Eskatologi Islam kami dapat menawarkan pemahaman yang baru mengenai hal ini. Bahwa tanda ini lebih dari sekedar pemenuhan janji suci Allah. Badan Fir’aun (Ramses II) ditemukan di Tahun 1898 bersamaan dengan berdirinya Gerakan Zionisme. Konsekuensi dari berdirinya Gerakan Zionisme berarti bahwa sejarah akan terulang kembali.
Ini adalah pandangan kami, dan kami selalu menyatakan, “Jangan pernah menerima pandangan kami jika anda tidak mempercayainya!” Sampai anda yakin dan percaya bahwa apa yang kami katakan ini benar (melalui sebuah pencarian yang anda lakukan sendiri). Ini adalah penghormatan yang kami berikan kepada mereka yang memiliki intelek. Kami tidak pernah mengatakan, “Jangan dengarkan orang ini, orang itu!” Kami tidak melakukan itu kepada murid-murid kami!
Pertarungan antara kekuatan dan kekuasaan dari para penindas arogan, dengan mereka-mereka yang tertindas yang tidak memiliki kekuatan dan kekuasaan (Musa as dan Banu Israil). Pada saat ditemukannya jasad Fir’aun itulah, yaitu pada Tahun 1896, hitungan mundur dari akhir jaman telah di mulai.
Di Tahun 1902, Gerakan Zionisme berkumpul di Paris dalam rangka mengatur plot penghancuran Imperium Ottoman. Bukankah Perancis adalah teman dekat Ottoman? Dan Inggrispun demikian?
Mereka membutuhkan waktu selama 6 tahun untuk merealisasikannya. Di Tahun 1908, mereka melancarkan revolusi berwarna di Imperium Ottoman, yang berhasil menggulingkan Sultan (Kalifah), Abdul Hamid mereka paksa turun. Revolusi yang dipimpin oleh orang-orang nasionalis Turki (The Young Turk dan Mustafa Kamal), yang hasilnya adalah negara sekuler demokrasi.
Setahun kemudian, di Tahun 1909, Inggris dan Perancis menawarkan persekutuan dengan Rusia. Sebuah Tritente, mengapa? Karena mereka ingin menskak mat Imperium Ottoman. Rusia begitu membenci Imperium Ottoman sehingga Imperium Ottoman tidak bisa bersekutu dengan sekutu-sekutu Rusia. Imperium Ottoman kemudian menggandeng Imperium Jerman dalam memerangi Tritente Inggris Perancis Rusia. Perang Dunia 1 ada di depan mata!
Dalam Tritente tersebut, Inggris dan Perancis menawarkan Konstantinopel kepada Rusia. Dan Rusia bergitu senang, karena Konstantinopel adalah ibukota spiritual mereka, tempat dimana Hagia Sofia berada. Rusia telah masuk ke dalam perangkap Zionist. Dan ketika Perang Dunia 1 berlangsung, dan tentara Rusia berada dalam jarak pandangan mata ke Konstantinopel, Inggris, Perancis dan Amerika Serikat mendalangi revolusi berwarna di Moscow, ‘Revolusi Bolshevik’ yang digawangi oleh orang-orang Yahudi Rusia yang terjadi di Bulan Oktober 1917.
Begitu orang-orang Bolshevik menguasai pemerintahan Rusia, mereka segera menarik pasukan Rusia dari Ottoman. Mengapa demikian? Karena Revolusi Bolshevik adalah revolusi Zionist, dan Zionist tidak ingin Rusia untuk mendapatkan kembali Konstantinopel. Hal ini karena Rusia adalah musuh utama Zionist di dalam upaya mereka untuk mendirikan Negara Israel di Timur Tengah.
Ketika para Bolshevik menguasai Rusia mereka segera melancarkan ‘Revolusi Komunis’ di Rusia dan menciptakan Uni Soviet. Revolusi Rusia memberi banyak manfaat di bidang ekonomi dimana pada saat ini, Federasi Rusia dan negara-negara eks Uni Soviet menginginkan kembali ke dalam sistem sosialisme ketimbang sistem ekonomi yang berbasis kapitalisme. Namun komunisme adalah pil pahit berselaput gula. Sistem ekonomi sosialisme adalah permukaan yang terlihat manis namun kepahitannya adalah fakta bahwa rezim komunis melakukan perang besar-besaran terhadap agama secara umum dan kepada Ruum (Nasrani Ortodox) secara khusus. Pada saat Negara Israel merdeka di Tahun 1948, adalah Uni Soviet yang melakukan imigrasi (eksodus) orang-orang Yahudi di wilayah Uni Soviet ke Israel, sementara di depan negara-negara Arab Uni Soviet berlagak seperti teman dekat.
Di Tahun 1954, 6 tahun setelah Israel, sesuatu yang menarik dan mencurigakan terjadi. Pemimpin Uni Soviet, Nikita Kruschev, seorang etnis Ukraina, memindahkan wilayah Krimea dari wilayah Rusia ke Ukraina. Krimea telah menjadi wilayah integral Rusia selama ratusan tahun. Dan dia melakukannya secara sepihak tanpa meminta pendapat dari warga Rusia maupun warga Krimea sedemikian sehingga warga Krimea tidur sebagai orang Rusia di malam hari, dan ketika mereka bangun keesokan harinya, tiba-tiba mereka menjadi warga Ukraina. Mengapa Uni Soviet memindahkan wilayah Krimea dari Rusia ke Ukraina di Tahun 1954? Banyak orang-orang Rusia yang tidak dapat memahami hal ini hingga saat ini. Namun kami dapat menjelaskannya dengan Ilmu Akhir Jaman.
Pemindahan Krimea ke Ukraina memiliki tujuan untuk mensabotase Rusia dengan Islam seperti yang mereka lakukan di Tahun 1917-1918 yaitu menarik mundur pasukan Rusia yang sedang dalam tahapan invasi ke Konstantinopel. Zionist melalui Uni Soviet melakukan antisipasi dengan apa yang telah mereka rencanakan di masa depan. Dimana suatu saat nanti, Ukraina akan menjadi pro Barat dengan revolusi damai. Hal ini akan menaruh pisau di leher Rusia karena Armada Laut Hitam Angkatan Laut Rusia bermakas di Krimea, Pangkalan Angkatan Laut Rusia telah berada di Sevastopol Krimea selama 300 tahun.
Sekarang dalam sudut pandang Ilmu Akhir Jaman kita dapat membahas mengenai Islam, Rusia dan Krimea. Di akhir Bulan Februari 2014, terjadi sebuah revolusi di Ukraina. Mereka membayar berandal dan kriminal untuk menggawangi revolusi ini. Mereka membayar kriminal untuk melakukan demontrasi di jalanan dan juga sniper untuk menembaki massa dan polisi dengan membabi buta. Kedengaran familiar bukan? Lalu mereka juga membayar tentara bayaran. Hal ini terjadi juga di Venezuela pada saat yang bersamaan, untuk menggulingkan pemerintahan dan menggantinya dengan pemerintahan yang pro Barat, pro IMF.
Setelah selama 3 bulan melakukan demonstrasi dan anarki di Ukraina, presiden Ukraina, Yanukovich dipaksa untuk meninggalkan negaranya. Mereka telah mengambil alih pemerintahan Ukraina dan menunjuk diri mereka sendiri sebagai pemerintah. Konsekuensinya adalah Krimea menjadi wilayah Ukraina yang pro Barat sehingga Barat dapat menaruh pisau di leher kekuatan militer Rusia, mengingat Pangkalan Armada Laut Hitam Rusia berada di Krimea. Rusia tidak lagi dapat disebut sebagai super power jika kehilangan Armada Laut Hitamnya yang merupakan armada laut yang bersenjatakan peluru kendali nuklir. Jika Rusia kehilangan Krimea maka kredibilitas Rusia sebagai super power akan terpatahkan. Ingat tadi, pemindahan Krimea ke Ukraina di Tahun 1954 dan kini revolusi berwarna di Ukraina di Tahun 2014?
Apa yang dilakukan Rusia? Apa respon dari Rusia terhadap revolusi berwarna di Ukraina? Kita dapat melihatnya beberapa hari ini bahwa yang dilakukan Rusia adalah sebuah pukulan telak terhadap para Zionist dalam sejarah mereka selama tiga ratus tahun. Dari sebelumnya Rusia telihat terpojok dan lemah, kini atas respon mereka di Krimea Rusia tampak menjadi lebih kuat. Dunia multipolar terjadi tepat di depan mata kita. Amerika Serikat tidak lagi superpower.
Posisi Rusia di Krimea sejak Tahun 1954 hingga saat ini adalah suatu hal yang problematik. Kadang-kadang Ukraina mengancam untuk mengakhiri kontrak sewa pelabuhan Sevastopol. Namun dengan melakukan revolusi balik melalui referendum di Krimea dimana mayoritas penduduknya telah memilih reunifikasi dengan Rusia. Rusia tidak hanya melepas cengkeraman pisau Zionist terhadap kekuatan militer Rusia namun kini setelah Krimea menjadi wilayah Rusia, kekuatan militer Angkatan Laut Rusia dengan arsenal nuklirnya dapat diproyeksikan ke Barat dan Timur Tengah (Israel) tanpa halangan apapun.
Imran Hosein mengucapkan selamat dan bergembira atas kemenangan Rusia di Krimea, dan sudah sepatutnya Muslim di seluruh dunia merayakan kemenangan Rusia ini. Mereka yang tidak merayakannya adalah Muslim yang melakukan jihad Amerika di Suriah dan juga jihad Amerika dalam profesi mereka yang pro Barat. Pejuang-pejuang Dajjal, darimana kamu mendapatkan senjata-senjata kamu? Senjata-senjata canggih yang kamu gunakan? Apakah kamu yang membuatnya sendiri? Atau musuh-musuh Islam yang memberikannya kepadamu? Dan kamu mengatakan telah melakukan jihad?
Kekalahan Barat di Krimea begitu telak dan memalukan sedemikian sehingga mereka hanya dapat merespon dengan memberlakukan sangsi kepada Rusia. Setidaknya 15 orang pejabat Rusia terkena sangsi tidak dapat melakukan perjalanan keluar negeri dan pembekuan rekening bank mereka. Aneh karena mereka tidak memiliki rekening bank di luar negeri! Sangsi Zionist yang mereka lancarkan melalui Uni Eropa, khususnya Jerman menjadi bahan kekonyolan di Rusia. Inikah respon dari Uni Eropa dan NATO yang perkasa itu? Sangsi kepada hanya segelintir orang? Mungkin kita akan melihat eskalasi sangsi-sangsi ini di kemudian hari.
Rusia telah merespon hal ini secara tegas bahwa ‘mata dibalas mata’, Rusia bukanlah Libya, Rusia bukanlah Iran. Rusia berteman baik dengan China. Jika kalian memberlakukan sangsi kepada kami, maka kami memiliki kapasitas untuk membalasnya. “Seperti kalian yang melukai kami, kami akan melukai kalian!” –Vladimir Putin.
Begitu memalukannya kekalahan Zionist di Krimea, mereka tidak memiliki alternatif lain untuk membalas kecuali dengan memberlakukan sangsi kepada Rusia, dan Rusia dengan tegas akan membalasnya. Perang sangsi finansial dan ekonomi antara AS dengan Rusia memberikan kita kesempatan. Bukan kesempatan kepada pemerintah (di dunia Islam), karena mereka dikuasai Zionist. Kesempatan untuk Islam, untuk Muslim. Kesempatan untuk dinar dan dirham.
Ketika mereka memberlakukan sangsi, maka yang bekerja adalah sistem perbankan (kartu pembayaran Visa dan MasterCard). Rusia tidak akan dapat melakukan jual beli dengan Barat, karena pembekuan kartu pembayaran dan perbankan yang menolak uang Rusia. Jika Rusia dan China memperbolehkan dinar dan dirham sebagai uang yang legal, maka itu adalah kesempatan bagi Muslim sebagai jalan keluar dari sistem moneter internasional.
Sekarang kita sampai di akhir ceramah. Fakta bahwa Rusia tidak berdiam diri namun berdiri dan melawan Zionist di Krimea, maka anggapan bahwa Rusia adalah bagian dari Zionist adalah ilusi. Dan lebih dari itu. Konfrontasi di Krimea adalah awal dan dasar dari ‘Al Malhama’. Karena Zionist memiliki obsesi yang keras kepala untuk menguasai dunia. Tidak masalah bagi mereka jika untuk mencapai keinginan itu berapapun harganya. Jika mereka harus melakukan ‘Perang Dunia III’ (perang nuklir) dengan Rusia, mereka akan melakukannya, walaupun itu berarti menghancurkan seluruh manusia. Zionist tidak memiliki pikiran yang mandiri, pikiran mereka dikuasai Dajjal. Ingat, mereka ini penyembah berhala.
Sekarang situasi kita telah menuju ke ‘Armageddon’ atau sesuai dengan perkataan Rasulullah shalallahu alaihi wa alihi wasallam, ‘Al Malhama’, yaitu perang terbesar di sepanjang sejarah kemanusiaan. Sementara dunia Islam sedang mengajarkan ‘kacang goreng’ kepada umat, kami memperingatkan umat bahwa sekarang kita berdiri di ambang ‘Al Malhama’.
Berdasarkan Hadist dari Sunan Abu Dawud;
Mu’adh ibn Jabal berkata: Rasulullah (sallalahu ‘alaihi wa sallam) berkata:
Mekarnya (tersohor) Jerusalem akan terjadi ketika Madinah terpuruk; terpuruknya Madinah akan terjadi ketika perang besar datang; hasil dari perang itu adalah penaklukan Constantinople; dan ketika Constantinople berhasil dikuasai maka Dajjal (Anti Kristus) akan datang (wujud). Dia (Rasulullah) kemudian menepuk paha atau pundak orang yang diajak bicara dan berkata: Ini benar seperti halnya kamu ada disini (maksudanya Mu’aadh ibn Jabal). (Sunan Abu Daud)
Peristiwa-peristiwa telah tersusun berdasarkan kronologis di atas. Yang pertama Jerusalem telah menjadi pusat percaturan politik dunia. Negara Israel kini menjadi pihak yang didengarkan oleh negara-negara dunia.
Yang kedua kini Medinah menjadi reruntuhan, yang berarti tidak menjadi pihak yang didengar oleh dunia.
Dan kini yang ketiga, sesuai dengan hadist di atas, adalah Al Mahama (Armageddon, Mahabarata, Kiamat Kecil). Ketika Al Malhama terjadi, dan akan terjadi sebentar lagi. Berapa cepat? Sebentar lagi. Kapan? Hanya Allah yang tahu. Ketika Al Malhama terjadi, maka ini menjadi tanda, bagi Muslim Algeria, Maroko dan Tunisia, untuk bergabung dengan kontingen tentara yang akan menaklukan Konstantinopel. Mengapa demikian? Karena itulah yang diperintahkan oleh Muhammad shalallahu alaihi wassalam.
Ketika saya datang ke Moscow, pada Juli 2013, saya memberitahukan mereka (Rusia atau Nasrani Ortodox Timur) mengenai penaklukan Konstatinopel oleh Pasukan Muslim di masa depan, yang dinubuahkan oleh Nabi shalallahu alaihi wassalam.
Pernyataan saya ini menjadi penyebab saya dicekal oleh Turki, karena mereka tidak ingin Muslim di Turki mengetahui bahwa penaklukan Konstantinopel belum terjadi. Bahwa penaklukan itu hanya akan terjadi di Akhir Jaman. Jangan datang kepada saya dengan sampah yang menyatakan bahwa penaklukan Konstantinopel telah terjadi oleh Sultan Muhammad Fatih. Tidak, itu tidak benar (berdasarkan Hadist Nabi).
Gereja Ortodox di Moscow tidak terkejut mendengar pernyataan saya, karena mereka memiliki nubuah yang sama di Eskatologi Nasrani Ortodox. Eskatologi Islam menubuahkan penaklukan Konstantinopel oleh Pasukan Muslim di Akhir Jaman. Dan Eskatologi Nasrani Ortodox juga menubuahkan penaklukan Konstatinopel oleh Pasukan Nasrani Ortodox (Rusia) di Akhir Jaman. Dan lebih dari itu, Nabi shalallahu alaihi wassalam juga menubuahkan terwujudnya Aliansi Militer Muslim dan Ruum di Akhir Jaman.
Sekarang bidak-bidak catur telah diletakkan di papan. Dan bidak catur yang telah dijalankan terjadi beberapa hari yang lalu. Ketika Rusia menguasai Krimea. Mengapa Krimea begitu penting di Akhir Jaman?
Anda tidak perlu gelar S3 untuk mengetahui bahwa perang besar ada di depan mata. Perang nuklir ini akan berlangsung sampai tetes darah terakhir. Penggunaan ribuan hulu ledak nuklir akan membunuh sebagian besar umat manusia. Dan tampaknya hal itu dapat dipahami karena umat manusia di Akhir Jaman telah berpaling dari Allah. Anda tidak perlu bergelar S3 untuk memahami hal ini.
Radiasi dan asap yang terjadi akibat ledakan ribuan hulu ledak thermonuklir akan menutupi atmosfir. Sedemikian hebat sehingga Nabi shalallahu alaihi wassalam mengatakan bahwa burung tidak akan bisa terbang. Konsekuensinya adalah bahwa radio elektronik akan hancur. Peluru kendali, pesawat tempur, rudal jelajah, dll, tidak akan berfungsi. Setelah Al Malhama terjadi, perang akan dilancarkan di darat dan di laut. Dan ketika hal itu terjadi, maka hanya ada satu jalan lurus dari Krimea ke Konstantinopel. Armada Laut Hitam Rusia akan mengambil jalur laut, sedangkan jalur darat akan diambil oleh Tentara Muslim. Zionist tidak akan dapat mencegah kampanye militer ini.
Sementara itu, di saat ini, biarkan saja cendekiawan-cendekiawan Muslim tertidur lelap, sedemikian lelapnya bahkan mereka mendengkur! Mereka akan membayarnya dengan mahal.
Rasulullah (saw) menyanjung tentara Muslim yang menaklukan Konstantinopel, beliau juga menyanjung Amir yang memimpin tentara itu: “Ketahuilah bahwa kalian (Muslim) akan menaklukan Constantinople. Betapa hebatnya pemimpin kalian, betapa hebatnya pasukan itu!” (Musnad, Imam Ahmad)
Perhatikan bahwa saya selalu mengatakan Konstantinopel (bukan Istanbul). Mustafa Kamal yang mengganti nama Konstantinopel menjadi Istanbul dan Muslim Turki yang menyembahnya silahkan ke laut saja kalian. Jika Nabi (SAW) telah menyebut kota itu Konstantinopel kalian tidak akan bisa mencegah Muslim untuk tetap menyebutnya demikian, karena itu sunnah!
Ketika Konstantinopel sudah ditaklukan, maka tulang punggung NATO pun akan hancur. Armada Laut Hitam Rusia akan dapat memasuki Laut Mediterania dan itu akan menjadi malapetaka bagi Israel dan Arab Saudi. Mari kita panjatkan doa, agar hal ini menjadi mudah bagi kita, memberikan nur kepada Muslim untuk melihat dan memahami hal-hal yang mereka tak dapat melihatnya. Memberikan Muslim tulang dari besi untuk dapat mempertahankan kebenaran, apapun konsekuensinya, amiin.


Senin, 29 Agustus 2016

Fathimah - Ali dan Sri Sadana

Siang itu, di Yastrib yang panas, seorang buruh sedang bekerja di kebun seorang Anshar. Buruh ini, pemuda 21 tahun, dengan susah payah, dibantu untanya, mengangkut air untuk menyirami pepohon kurma. Wajahnya dibasahi keringat.
Setelah usai bekerja, ia duduk, bersandar pada pohon kurma. Angin sepoi-sepo meniup pelepah kurma yang kering, membuatnya menari dengan tenang. Pemuda itu terdengar menggumamkan doa yang pernah dipanjatkan Nabi Musa 'alaihi salam ketika terdampar di tanah Madyan. "Tuhanku, sungguh aku sangat memerlukan kebaikan dari sisi" (QS al Qashash:24)
Dari kejauhan, 2 orang mendekat, segera ia mengenali keduanya: Abu Bakar dan Umar, sahabat Nabi. Mereka berdua tersenyum.
"Wahai Ali," kata Abu Bakar, "tak satupun perkara baik, kecuali engkau paling cepat melakukan. Hubunganmu dengan Rasul dari sisi kekeluargaan, kedekatan serta masa lalu bukanlah rahasia bagi semua orang. Denga semua tu, mengapa engkau tidak mendatangi Rasul dan meminang Fathimah?"
Umar tanpa basa-basi menambahkan, "Ya Ali.. para pembesar Quraisy, berebut mengingkan Fathimah sebagai istri, tetapi Rasulullah menampiknya. Aku berfikir, beliau menahan-nya disebabkan oleh dirimu"
"Wahai Ali, mengapa engkau seakan menjauhi perkara ini" sambung Abu Bakar.
Pemuda itu, yang ternyata Ali ibn Abi Thalib, berbisik dengan mata nanar. "Demi Allah, sungguh Fathimah layak untuk diinginkan, namun kemiskinan menghilangiku untuk memintanya. Tak ada padaku, kecuali satu pedang, baju besi dan unta ini"
"Dunia disisi Rasulullah itu seperti debu, jangan takut, pinanglah Fathimah untuk dirimu." ujar Abu Bakar menguatkan.
Mekarlah harapan di hati pemuda Ali ini. Ia lalu menuju wadi (oase) didekat situ, membasuh mukanya, berwudlu. sejuknya air, mengalirkan ketenangan dalam jiwanya, semangatnya tumbuh.
****
Sore itu, Rasulullah duduk di kamar Ummu Salamah. Terdengar beberapa ketukan pintu, Ummu Salamah bertanya, "Siapa?"
Rasulullah - yang mata bathin-nya senantiasa terjaga - berkata, "Bukakan pintu itu Ya Ummu Salamah, tamu kita ini adalah pemuda yang sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya."
Ummu Salamah membuka pintu, sang tamu diam beberapa saat hingga istri Rasulullah masuk ke dalam kamarnya.
"Salam bagimu Ya Rasulullah"
"Salam bagimu, wahai Ali, ada apa gerangan engkau datang kemari"
Aduhai..dihadapan keagungan Rasulullah, tamu kita ini hanya diam, malu mengepung perasaanya. butiran keringat tampak di dahinya. kata-kata yang sudah ia susun untuk diutarakan terasa macet di kerongkongannya. Melihat itu, Rasulullah tersenyum, beliau paham apa yang sedang bergelora di hati pemuda Ali ini. dengan tetap tersenyum, beliau berkata, "Wahai Ali, Engkau datang kemari tentu ada keperluan, nah katakanlah apa keperluanmu?"
Tak henti-henti pemuda itu berdzikir menyebut nama Tuhan dalam relung jiwanya, memohon kekuatan. Maka inilah kata-kata yang meluncur dari lisan Pemuda Ali, "Wahai Rasulullah, semoga Ayah dan Ibuku menjadi tebusanmu. sungguh engkau mengambilku dari pamanmu Abu Thalib sejak aku masih kecil. Engkau memberika makanan dengan makananmu. Engkau mendidikku dengan didikanmu. Denganmu dan lewat tanganmu, Allah memberikan aku petunjuk. Demi Allah, engkau adalah sandaranku dan bekalku di dunia dan akhirat. Wahai Rasulullah, sungguh aku suka dengan apa yang Allah teguhkan untuk membantumu. Adalah baik kiranya, aku mempunyai rumah dan memiliki istri agar aku hidu tentram bersamanya. Maka kedatanganku kemari, aku datang kepadamu, untuk meminang putrimu Fathimah. Apakah engkau bersedia menikahkanku dengannya ya Rasulullah?"
Raut Rasulullah tampak bersinar. Ia memohon izin menemui Fathimah di bilik Ummu Salamah. Ia berkata pada putrinya, "Duhai Fathimah, sungguh Ali telah menyebut namamu dan kamu tentu kenal dia. Kini dia datang meminangmu, apa pendapatmu?" Fathimah menundukan kepala. Rasa malu singgah di hatinya. Wajahnya merona, tetapi senyumnya tak mampu ia sembunyikan dihadapan Ayah-nya.
Rasulullah bergembira, "Allahu Akbar, diamya adalah tanda menerima". Beliau lalu kembali, menemui Pemuda Ali, calon menantunya, lalu sabdanya, "Wahai Ali, apakah engkau memiliki sesuatu untuk menjadi mas kawinnya?"
Pemuda Ali menjawab, "Demi Allah, engkau telah mengetahui apa yang aku miliki hanyalah sebilah pedang, baju perang, dan seekor unta."
"Wahai Ali, pedangmu kamu perluka untuk berjihad dijalan Allah, untamu kamu gunakan untuk mengangkut air, keluargamu dan membawa barangmu diperjalana. Aku nikahkan engkau dengan baju perang sebagai mas kawin-nya dan aku merestuimu!"
***
Pemuda Ali kemudian menjual baju perangnya, dan dibeli - dengan harga 400 dirham - oleh Utsman bin Affan, sahabat nabi. Dengan 400 dirham itulah, keperluan "hantar-hantaran" pernikanan Fathimah binti Muhammad saaw dan Ali bin Abi Thalib dilangsungkan. Madinah gembira dengan pernikahan putri Nabi mereka. Kelak, dari pernikahan ini lahir "dua biji mata" Rasulullah, Hasan dan Husain. Dan dari Hasan Husain-lah kelak, terlestari-lah, keturunan Rasulullah hingga akhir zaman yang tersebar dari laut hitam hingga samudra pasifik.
***
Leluhur-leluhur kita dahulu, mengabadikan "keberkahan pernikahan" Fathimah dan Ali bin Abi Thalib dengan sebuah ruangan dalam tata ruang bangunan jawa, yang bernama "senthong tengah". Dalam gugus bangunan rumah tradisional Jawa, letak senthong-tengah ini paling dalam, paling jauh dari bagian luar. Senthong-tengah ini merupakan ruang yang menjadi pusat dari seluruh bagian rumah. "Senthong tengah" adalah ruangan untuk samadhi, sholat, meditasi atau berdoa.
Tempat ini juga menjadi ruang penyimpanan benda-benda pusaka keluarga penghuni rumah. di pintu masuk "senthong tengah" ini biasanya ada "loro-blonyo", patung pasangan raja-ratu atau pasangan Bethara Kamadjaja dan Dewi Kamaratih, disebut juga Karonsih, atau disebut juga Sri-Sadana atau Sadana-Sri. Sadana mengacu pada kekeramatan Sadana Ngali atau Saidina Ngali. Sedangkan Sri atau Shri mengacu pada kekeramatan Dewi Sri Pertimah atau Pertiwi. Putri Kanjeng Nabi Muhammad saw, Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Dengan mengambil keberkatan Sri-Sadana - begitu orang jawa percaya - rumah mereka akan ayem tentrem, kalis nir sambi kala.

Sumber: GM / 35 tahun/ warga transmigran/ penawar aji, tulang bawang, lampung.

Minggu, 28 Agustus 2016

Wahai anak Adam...

Wahai anak Adam...

Aku jadikan untukmu tempat yang kokoh dalam rahim ibumu, Aku tutupi engkau dengan selaput agar tidak merasa sakit (karena himpitan rahim), Aku jadikan wajahmu menghadap ke punggung ibumu, supaya bau makanan tidak menyengatmu, serta Aku jadikan engkau bisa bersandar ke kanan dan ke kiri, di sebelah kanan engkau bisa bersandar ke hati, di sebelah kiri engkau bisa bersandar ke limpa. Aku ajari pula engkau berdiri dan duduk dalam perut ibumu,
Apakah selain Aku mampu melakukan itu?!

Ketika engkau telah menghabiskan waktumu di dalam rahim, Aku kirim kepadamu malaikat petugas rahim. Lalu ia mengeluarkanmu diatas bulu sayapnya. Ketika itu engkau belum memiliki gigi yang bisa menggigit, tangan yang bisa menyerang dan kaki yang bisa berjalan.
Aku julurkan dua pembuluh halus dalam dada ibumu, dari situlah susu hangat mengalir untukmu di musim dingin dan susu dingin di musim panas.

Selanjutnya Aku limpahkan rasa cinta kepadamu dalam hati ayah dan ibumu Karena itu keduanya tidak tidur sampai engkau memejamkan mata dan tidak makan sebelum engkau kenyang.


Saat fisikmu telah kuat dan punggungmu telah kokoh, kau bermaksiat kepada-Ku, kendati begitu jika Engkau kembali kepada-Ku niscaya Aku menerimamu dan jika engkau memohon ampunan-Ku niscaya Aku ampuni.

Sabtu, 04 Juni 2016

Daftar Nama dan Alamat Ziarah Wali

Berikut Daftar Nama dan Alamat Ziarah Wali, lokasi diurutkan berdasarkan abjad versi mistikus sufi:

Aceh
  1. Syekh Abdul Rouf Lekal - Samudra Pasai, Pasai, Aceh
  2. Malikul Dhohir - Perlak Aceh
  3. Al Malikul Saleh - Samudra Pasai, Aceh Pasai
  4. Teuku Umar - Meulaboh Aceh Besar
  5. Teuku Cik Di Tiro - Takengon Aceh Besar
  6. Sultan Alaiddin Syah Perlak 
  7. Tengku Chik Tanoh Abe Al Baghdadi di Aceh Besar 
  8. Syekh Muda Waly Al Khalidy di Labuhan Haji Aceh Selatan 
  9. Tuanku Peulumat Masyhur Keramat di daerah Labuhan Haji Aceh Selatan 
  10. Abu Ibrahim Wayla Waliyullah Keramat di Woyla Melaboh 
  11. Ratu Nahrisyah di Samudera Pasai 
  12. Tengku Sa'di Guru Sunan Gunung Jati di Samudera Pasai

Bali
  1. Mbah Singaraja - Singaraja
  2. Pangeran Mas Sepuh (Raden Amangkuningrat) - Keramat Pantai Seseh
  3. Dewi Khodijah (Ratu Ayu Anak Agung Rai) - Keramat Pamecutan Jalan Batu Karu Pamecutan
  4. Pangeran Sosrodiningrat Senopati - Ubung Dekat terminal bus Denpasar
  5. Habib Umar bin Yusuf Al Maghribi - Tabanan Keramat di Bukit Bedugul
  6. Habib Ali bin Abu Bakar Al Hamid - Kelungkung Dawah, Kusamba
  7. Maulana Yusuf Al Baghdi Al Maghribi - Karangasem Bebandem, Bungaya
  8. Ali bin Zaenal Abidin Al Idrus - Karangasem Bebandem, Bungaya

Balikpapan
Mbah Syarifah Alias Mbah Pulau Tukung - Depan Pelabuhan Semayang

Bandung
  1. Sumur Bandung - Kota Cikapungdung
  2. Gunung Cibuni - Cibuni Bandung

Banjarmasin
Sayid Ali Al-Haddad

Banten
  1. Syaikh Maulana Manshuruddin - Cikaduen Pandeglang
  2. Syaikh Asnawi - Labuan Ciwaringin Pandeglang
  3. Mbah Dimyati - Pandeglang
  4. Sultan Hasanuddin - Kasemen Serang
  5. Syaikh Yusuh bin Hasanuddin - Kasemen Serang
  6. Syaikh Muhyi - Panjalu

Banyuwangi
  1. Datuk Ibrahim - Lateng Alas Purwo Muncar
  2. Datuk Abdurrohim - Banyuwangi
  3. Sayid Ahmad - Lateng
  4. Mbah Abdurrohman - Lateng
  5. Habib Hadi Al-Hadad - Ketapang
  6. Syaikh Dahlan - Kesilir
  7. Syaikh Muhyiddin - Blok Agung
  8. Mbah Wali Marhasan - Sumber Kepuh
  9. Kyai Thohir - Banyuwangi
  10. Kyai Iskandar - Banyuwangi
  11. Mbah Abdul Manan - Berasan
  12. Datuk Abdul Rohim - Banyuwangi
  13. Syaikh Mukhtar Syafaat Abdul Ghofur - Blok Agung

Batam
Datuk Abdulloh - Batam

Batang
Ki Ageng Gringsing - Gringsing

Bekasi
  1. Mbah Toyyib - Kampungutan
  2. Habib Usman bin Yahya - Pondok Rangon CMIIVV

Blitar
  1. Mbah Dimyati - Wlingi
  2. Presiden Soekarno - Blitar Kota
  3. Mbah Kyai Kholil - Nggembongan
  4. Mbah Kyai Abd. Ghofur - Mantenan
  5. Mbah Kyai Ahya' - Srengat, Kunir
  6. Mbah Imam Hambali bin Ahmad - Cemandi, Kunir

Bogor
Habib Alwi Al Attas - Empang

Bojonegoro
Mbah Hamid M. (Minak Lelono) Padangan

Brebes
Mbah Ruby - Klampok Losari

Cianjur
Ario Wiratnudatar - Cikundul W. Cikalong

Cilegon
Gunung Santri - Banjarnegara

Cirebon
  1. Sunan Gunung Jati (Raden Syarif Hidayatulloh) - Astana Gunungjati
  2. Syeh Megelung - Karangkendal
  3. Syaikh Datul Kahfi - Astana Gunung Jati
  4. Mbah Imam Hanafi - Astana Gunung Jati

Demak
  1. Sunan Kalijaga (Raden Syahid) - Kadilangu Kota
  2. Raden Fatah - Bintoro Kota
  3. Mbah Kyai Abdul Hadi - Giri Kusumo Mranggen
Depok
  1. Pejuang Islam Ratu Pembayun Putri Panembahan Senopati Mataram di Tapos Depok
  2. Utari Sandijayaningsih Pembunuh Jendral JP Coen di tahun 1629, makamnya di Tapos Depok, beliau adakah cucu dari Roro Pembayun muridnya Pangeran Benawa Joko Tingkir
Garut
  1. R. Kian Santang - Suci Godog Garut
  2. Pangeran Papak - Garut

Gresik
  1. Sunan Gresik (Syaikh Maulana Malik Ibrahim) - Jl. Malik Ibrahim Kota Gresik
  2. Sunan Giri (Raden Ainul Yaqin) - Giri Kebomas
  3. Sunan Prapen - Klangenan Kebomas
  4. Gua Sunan Kalijaga - Gua Surowiti Panceng
  5. Habib Abu Bakar - Jl. Kauman Gresik Kota
  6. Nyai Siti Fatimah - Leran Manyar
  7. Sunan Prapen - Klangonan Kebomas

Grobogan
Kyai Ageng Selo (Mbah Kholil) - Grobogan Purwodadi

Indramayu
Ki Buyut Tambi - Tambi Jatibarang

Jakarta
  1. Habib Ali Al Habsy (Habib Kwitang) - Perempatan Senen, Kwitang Jakarta Pusat
  2. Al-Habib Ahmad bin Alwi Al-Haddad (Habib Kuncung) - Jl. Rajawali I Pasar Minggu Jakarta Selatan
  3. Pangeran Jayakarta - Pulogadung Klender Jakarta Timur
  4. Pangeran Jayakarta - Jl. Jatinegara Kaum Jatinegara Jakarta Timur
  5. Habib Husain - Luarbatang Pasar ikan Jakarta Utara
  6. Habib Hasan bin Muhammad Al Hadad (Mbah Priok) - Koja, Terminal Peti Kemas Tanjung Priok Jakarta Utara
  7. Habib Husein bin Abubakar Alaydrus - Jl. Luar Batang V Penjaringan Jakarta Utara
Uraian selengkapnya Ziarah Makam Wali di Jakarta

Jember
  1. Kyai Abdul Aziz - Tempurejo
  2. Mbah Kyai Siddiq - Condro
  3. Habib Sholeh bin Muhsin - Tanggul

Jepara
  1. Sultan Hadirin, Ratu Kalinyamat dan Sunan Jepara (Raden Abdul Jalil) - Mantingan Kota Jepara
  2. Mbah Dimyati Syukri - Demeling Mlonggo
  3. Makam Citrosomo - Makam Para Adipati/Bupati yang pernah memimpin Jepara. Terdapat makam keluarga besar R.A Kartini dan makam Habib Muhammad bin Abdurrahman Assegaf -  Desa Sendang Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara.
  4. Syekh Siti Jenar - Desa Kelet Kecamatan Keling Kabupaten Jepara 
  5. Syekh Jafar Sodiq Al Idrus (Yek Nde) - Jl. Goa Kencana Desa Kriyan Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara. 
  6. Mbah Roboyo - Desa Robayan Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara 
  7. Datuk Gunardi - Desa Singorojo Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara 
  8. Habib Ali - Desa Pelemkerep Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara 
  9. Ronggo Kusumo - Desa Manyargading Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara 
  10. Syekh Abu Bakar Bin Yahya - Pulau Panjang Kabupaten Jepara 
  11. Pangeran Syarif dan Mbah Jenggolo - Desa Saripan Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara 
  12. Mbah Sabilan Abdur Rahman - Kelurahan Demaan Jepara. 
  13. Mbah Datuk Kramat - Dekat Pasar Apung Kelurahan Demaan Jepara. 
  14. Ratu Bagus - Kelurahan Karang Kebagusan Jepara 
  15. Kyai Shobiburrohman (Mbah Shobib) dan H. Anwar Bin Kadam - Desa Menganti Kecamatan Kedung Jepara. 
  16. Mbah Mangun Sejati - Desa Bugel (belakang Masjid Bugel) Kecamatan Kedung Jepara. 
  17. Ki Gede - Pinggir kiri jalan raya Bangsri - Kembang 
  18. Kyai Ahmad Fauzan dan Kyai Amin Sholeh - Kecamatan Bangsri Jepara.
  19. Syekh Amir Hasan (Sunan Nyamplungan) - Kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara 
  20. Mbah Sunan Pakis Aji (Habib Abdurrahman Al Idrus) - Desa Potroyudan Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara 
  21. Syekh Habib Hasan bin Ibrahim Al Hasni - Desa Kuwasen Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara. 
  22. Kyai Nawawi dan Kyai Ibnu Sahil Nawawi (Mbah Sahil) - Desa Sinanggul Kecamatan Mlonggo Jepara. 
  23. Sayyid Ahmad Ali Kosim - Desa Sinanggul Kecamatan Mlonggo Jepara. 

Jombang
  1. Mbah As'ari - Mojoagung Jombang
  2. Mbah Mursidin - Mojoagung Jombang
  3. Mbah Alif - Mojoagung Jombang
  4. Sayyid Sulaiman bin Dawud - Betek Mojoagung Jombang
  5. Mbah Damanhuri Betek - Betek Mojoagung Jombang
  6. Sunan Ngudung - Mojoagung Jombang
  7. Mbah Kyai Romli Tamim - Peterongan Jombang
  8. Kyai Hasyim Asy'ari - Tebuireng Jombang
  9. KH. Abdurrahman Wahid Adhakil (Gus Dur) - Tebuireng Jombang
  10. Mbah Kyai Amin - Bareng Jombang

Kalimantan
Abu Musa Al Banjari - Kuantan Martapura Kalimantan Selatan

Kediri
  1. Syaikh Maulana Abdul Qodir Khoiri bin Isma'il Iskandariyah - Tambak Ngadi Mojo
  2. Syaikh Maulana Abdulloh Sholih Istambul - Tambak Ngadi Mojo
  3. Syaikh Muhammad Hirman Arruman - Tambak Ngadi Mojo
  4. KH. Anis Ibrohim - Tambak Ngadi Mojo
  5. KH. Ahmad Siddiq - Tambak Ngadi Mojo
  6. Kyai Bani Askar - Tambak Ngadi Mojo
  7. KH. Hamim Djazuli - Tambak Ngadi Mojo
  8. KH. Imam Thoha - Tambak Ngadi Mojo
  9. KH. Yasin Yusuf - Tambak Ngadi Mojo
  10. Kyai Ma'ruf Alhafidh - Tambak Ngadi Mojo
  11. KH. Muslim Manan - Tambak Ngadi Mojo
  12. KH. Rohmad Zuber - Tambak Ngadi Mojo
  13. M. Asmun'i - Tambak Ngadi Mojo
  14. Nyai Hj. Mardliyah - Tambak Ngadi Mojo
  15. Mbah Kyai Imam Nawawi - Tambak Ngadi Mojo
  16. Mbah Kyai Imam As'ari - Tambak Ngadi Mojo
  17. Mbah Kyai Abdulloh Mun'im - Kemayan Mojo
  18. Mbah Kyai Abd. Basyir - Kemayan Mojo
  19. Mbah Kyai Abd. Hasyim - Kemayan Mojo
  20. Habib Moh. Thohir Baabud - Pelem Mojo
  21. Mbah Kyai Yahya - Baran Mojo
  22. Mbah Kyai Imam Maki - Karangkates Mojo
  23. Mbah Kyai Jazuli Usman - Ploso Mojo
  24. Mbah Kyai Abdul Jalil (Joyo Ulomo) - Mojo
  25. Mbah Kyai Abd. Jamal - Batokan Mojo
  26. Mbah Mukhtar Abd. Hamid - Randulawang
  27. Mbah Kyai Ma'sum - Randulawang
  28. Mbah Kyai Abu Bakar - Bandarkidul
  29. Mbah Kyai Mundir Bahri - Bandarkidul
  30. Mbah Kyai Ali Ma'lum - Bandar Mlati
  31. Mbah Kyai Abd. Majid - Kedunglo
  32. Mbah Kyai Ma'ruf - Kedunglo
  33. Mbah Kyai Marzuqi - Lirboyo
  34. Mbah Kyai Mahrus Ali - Lirboyo
  35. Mbah Kyai Abd Manaf Karim - Lirboyo
  36. Mbah Kyai Ya'qub - Lirboyo
  37. Mbah Sulaiman Washil - Setonogedong
  38. Mbah Jumadilkubro - Mbetek
  39. R. Syarifuddin Mangkuyudo - Mbetek
  40. Jakfar Umaiyah Darmoyudo - Mbetek
  41. Mbah Abdul Qodir - Setonogedong
  42. Mbah Kyai Ageng Abdulloh Mursyad - Mrican Setonolandean
  43. Mbah Kyai Dahlan - Mutih
  44. Mbah Nyai Ujang Sholih - Mutih
  45. Mbah Kyai Ihsan Nawawi bin Dahlan - Jampes Mutih
  46. Gus Baji - Mutih
  47. Mbah Kyai Abdulloh Umar - Sumberdringo
  48. Mbah Kyai Badrussholih - Purwoasri
  49. Kyai Zamroji - Kencong Pare

Kendal
  1. Sunan Katong - Kaliwungu
  2. Sunan Bromo di Bebengan Kecamatan Boja Kabupaten Kendal
  3. Kyai Mandurorejo (Bupati Pekalongan I) Protomulyo Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal
  4. Wali Gembyang di Patukangan Kota Kendal
  5. Wali Joko di Komplek Masjid Agung Kendal
  6. Wali Hadi di Komplek Masjid Agung Kendal
  7. Pangeran Djoeminah di Kaliwungu
  8. Tumenggung Mertowijoyo (Bupati Kendal VIII / Kyai Kendil Wesi) di Sukolilan Patebon Kendal
  9. Sunan Abinowo di Pekuncen Pegandon
  10. Kyai Asy'ari di Kaliwungu
  11. Petilasan Krapyak di Jatirejo Ngampel Kendal
  12. Pengeran Benowo di Pekuncen Pegandon Kendal

Kerawang
  1. Syaikh Qurrotul'ain - Pulau Bata Wuadas
  2. Singa Perbangsa - Leran Wuadas

Klaten
  1. Khoiri Dawud - Sekawetan Tembayat
  2. Sunan Bayat (Mbah Ihsan Nawawi) - Jabalekat Tembayat
  3. Kyai Dardiri (Raden Ronggo Warsito) - Palar

Kudus
  1. Abu Hasan Syadli - Ngrejenu Dawe
  2. Kaliyetno - Ternadi Dawe
  3. Sunan Kudus (Raden Ja'far Shodiq) - Jl. Menara Kudus Kota
  4. Sunan Muria (Raden Umar Said) - Colo/Muria Dawe
  5. Mbah Kyai Arwani Amin - Kudus Kota

Lamongan
  1. Sunan Drajat (Raden Qosim) - Drajat Paciran
  2. Maulana Ishak - Kemantren Paciran
  3. Maulana Mansyur - Sendang Duwur Paciran
  4. Mbah Deket (Sunan Lamongan) - Desa Deket Kecamatan Deket 
  5. Mbah Lamong (Rangga Hadi) - kota Lamongan 
  6. Sunan Sendang Duwur (Raden Nur Rahmat) - Desa Sendang Duwur Kecamatan Paciran 
  7. Pangeran Sedamargi - Mantup 
  8. Panembahan Agung Singodipuro - Dusun Badu, Desa Wanar Kecamatan Pucuk 
  9. Mbah Barang - Baturono Karangbinangun 
  10. Makam Santri di Tenggulun Paciran

Lampung
  1. Raden Intan - Kalianda Lampung Selatan
  2. Ratu Darah Putih - Penengahan Lampung Selatan
  3. Haji A. Bakar - Suteng Teluk Betung Lampung Selatan
  4. Haji Subana - Suteng Teluk Betung Lampung Selatan
  5. Syekh Ahmad Hasanudin - Kaki Gunung Rajabasa Kalianda Lampung Selatan
  6. KH. Gholib - Tanggamus Lampung Selatan
  7. Gajah Mada - Kota Gajah Lampung Tengah
  8. Tubagus Ali Menggala - Tulang Bawang Lampung Utara
Lombok
  1. Makam Batu Layar
  2. Makam Loang Baloq
  3. Makam Selaparang
  4. Makam di Masjid Kuno Bayan Beleq
  5. Makam Keramat Cemare
  6. Makam Wali Nyatog
Uraian selengkapnya Ziarah Makam Di Lombok

Madiun
  1. Mbah Anom Besyari - Grabahan Kuncen Caruban
  2. Mbah Abiyoso - Pertapaan Ngukiran Awangrejo Caruban
  3. Mbah Bagus Harun (Syaikh Basyariyyah) - Sewulan
  4. Mbah Kanjeng bin Oemar - Banjarsari
  5. Syaikh Abdurrohman/Syaikh Abdulloh - Slambur Geger
  6. Syaikh Ahmad bin Muhammad - Jati Lawang Dolopo
  7. Kyai M. Thohir Besyari - Kepuhbeluk Kebonsari
  8. Syaikh Zainal Abidin - Jogodayuh Geger
  9. Kyai Munirul Ikhwan - Kembangsawit Kebonsari
  10. Mbah Chudlori - Setemon Kebonsari
  11. Mbah Ali Rohmad - Rejosari Kebonsari

Madura
  1. Mbah Basaniyah - Batu Ampar
  2. Mbah Abu Syamsudin - Batu Ampar
  3. Kyai Ahmad Joko Tole - Sumenep
  4. Mbah Kyai Kholil - Bangkalan
  5. Sayyid Yusuf - Sumenep
  6. Sayyid Abdurrohman - Madura
  7. Sayyid Syarifuddin - Bujuksara Bangkalan
  8. Syarifah Ambami - Bangkalan
  9. Sunan Cendana (Sayyid Zainal Abidin) - Kwanyar Sumenep
  10. Syaikh Muhlis - Batu Ampar
  11. Sayyid Usman - Pajegan Tamberu Pamekasan
Uraian selengkapnya Ziarah Wali Di Madura
Magelang
  1. Syaikh Subakir - Puncak Gunung Tidar
  2. Mbah Jogoreso - Muntilan
  3. Syaikh Subakir - Tidar
  4. Mbah Hasan As'ari - Mangli
  5. Mbah Kyai Dalhar - Watucongol
  6. Mbah Raden Santri - Gunung Pring
  7. Mbah Ma'sum - Salaman
  8. Mbah Kyai Abd. Hamid - Kajoran

Magetan
Mbah Baidlowi - Gunung Bancak Giri Purno


Malang
  1. Mbah Dulngadim Baidowi - Ngantang
  2. Kyai Zakaria (Mbah Njugo) - Gunung Kawi
  3. Mbah Imam Sujono - Gunung Kawi
  4. Ki Ageng Gribig - Madyopuro Malang
  5. Mbah Mbatu Bumiaji - Batu Malang
  6. KH. Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam - Sananrejo Turen

Mojokerto

Nganjuk
  1. Syaikh Kyai Ageng Aliman Muhyiddin Fatah - Ngliman Sawahan
  2. Mbah Fatkhur Rohman - Poleng Brebek
  3. Mbah Mahfud Khoiri - Ampel Ngliman
  4. Mbah Nur Kholifah - Sitores Sawahan
  5. Amir Mahmud - Ngliman
  6. Sayyid Abu Khoiri - Patihan Rowo Sawahan
  7. Kyai Mustajab - Grompol Prambon
  8. Mbah Kyai Zaenuddin - Mojosari
  9. Syaikh Sulukhi - Wilangan
  10. Mbah Kyai Hakim - Sekar Putih

Ngawi
  1. Syekh Maulana Muhammad Al-Misri - Gerih Kedungrejo I, Guyung, Ngawi
  2. Syekh Maulana Sahid Al-Mukti - Gerih Kedungrejo I, Guyung, Ngawi
  3. Syekh Maulana Sahid Al-Bakir - Gerih Kedungrejo I, Guyung, Ngawi
  4. Syekh Maulana Al-Ngalawi - Gerih Kedungrejo I, Guyung, Ngawi
  5. Syekh Maulana Ahmad Muhammad - Gerih Kedungrejo I, Guyung, Ngawi
  6. KH. Muhammad Nursalim - Benteng Pendem Van Den Bosh

Pacitan
Mbah Mughofar - Manten

Palembang
  1. Habib Abdurrahman bin Husin bin Hasan Maula Taqoh (Al-Idrus) - Pemakaman Tanah Tengkurep
  2. Habib Muhammad Bin Yusuf Al Angkawi - Pemakaman Tanah Tengkurep
  3. Habib Myuhammad bin Ali AL Haddad (Datuk Murni Al Haddad) - Pemakaman Tanah Tengkurep
  4. Al Habib Aqil bin Alwi - Pemakaman Tanah Tengkurep
  5. Habib Abdullah bin Aqil Al Mandihij - Pemakaman Tanah Tengkurep
  6. Hubabah Syai Nisa Binti Abdullah Al Mandihij - Pemakaman Tanah Tengkurep
  7. Habib Muhammad bin Ahmad Al Habsyi - Pemakaman Tanah Tengkurep
  8. Habib Ibrahim bin Zain bin Yahya - Pemakaman Kambang Koci
  9. Raden Ayu Aisyah Binti Sultan Mahmud Badarruddin I - Pemakaman Kambang Koci
  10. Habib Abdurrahman bin Hasan Al Habsyi - Pemakaman Kambang Koci
  11. Habib Abdurrahman bin Hasan Al Aidarus - Pemakaman Kambang Koci
  12. Habib Syech bin Hasan Al Aidarus (Kyai Geding) - Pemakaman Kambang Koci
  13. Habib Syech bin Ahmad bin Shahabudin - Pemakaman Kambang Koci
  14. Habib Alwi bin Ahmad Al Kaf - Pemakaman Kambang Koci
  15. Habib Muhammad bin Abdurrahman Al Munawar - Pemakaman Kambang Koci
  16. Habib Ali bin Abdurrahman Al Munawwar - Pemakaman Kambang Koci
  17. Habib Abdullah bin Salim Al Kaf - Pemakaman Kambang Koci
  18. Habib Syech bin Alwi Al Kaf - Pemakaman Kambang Koci
  19. Habib Sulaiman bin Abdullah Al Khirid - Pemakaman Kambang Koci
  20. Sayyid Umar bin Ali Al Junaid - Pemakaman Kambang Koci
  21. Habib Abdullah bin Ali Al Kaf - Pemakaman Kambang Koci
  22. Sayyid Ali (Mangku Kusobo) - Pemakaman Kambang Koci
  23. Sayyid Al Allamah Abdurrahman (Jaya Wijaya) - Pemakaman Kambang Koci

Pasuruan
  1. Mbah Abdul Hamid - Jl. Abdul Hamid Pasuruan Kota
  2. Sayid Arif - Segoropuro
  3. Habib Ja'far bin Syaikhon Assegaf - Pasuruan
  4. Sayyid Sanusi - Pasuruan
  5. Syaikh Hasan Bashri - Pasuruan

Pati
  1. Syaikh Ahmad Mutamakin - Kajen Margoyoso
  2. Syaikh Jangkung - Landoh Kayen
  3. Sunan Prawoto - Sukolilo Prawoto
  4. Mbah Kyai Ronggo Kusumo - Ngemplak Margoyoso
  5. Kyai Ageng Giringan - Pundenrejo Tayu
  6. Kyai Sholeh Amin - Tayu
  7. Habib Alwy Ahmad Ba'alawy - Pungel
  8. Habib Mahdum Al-Athos Pati
  9. Habib Abdurrohman Ba'alawy - Banyutowo Dukuh Seti Pati

Pekalongan
Habib Ahmad - Sapuro Kota

Pemalang
  1. Mbah Haji Nur Asnawi - Muga Bating Walang Songo
  2. Kyai Ahmad M. Abdulloh - Muga Bating Walang Songo

Ponorogo
  1. Bethoro Katong - Ponorogo
  2. Mbah Kyai Ageng Mohammad Hasan Besyari - Tegalsari Jetis
  3. Mbah Hasan Anom - Jetis
  4. Mbah Kyai Zarkasi - Gontor
  5. Mbah Kyai Sahal - Gontor

Probolinggo
Mbah Nur Hasan - Genggong


Purwodadi
  1. Joko Tarub - Tarub Ngantru
  2. Ki Ageng Selo - Selo Ngantru
  3. Mbah Ganjur Siroyuddin - Nggubuk

Purwokerto
  1. Syekh Mahdum Ali - Ranji Kebumen
  2. Syekh Abdul Malik

Purbalingga
Mbah Wali Perkasa di Desa Pekiringan, Kec. Karangmoncol
Rembang
  1. Mbah Imam - Setumbun Sarang
  2. Sayid Hamzah - Nglapan Sedan
  3. Mbah Imam - Setubun Sarang
  4. Mbah Sambu Dekto - Lasem
  5. Mbah Kyai Ma'sum - Lasem
  6. Mbah Abdurrohman Basaiwan - Lasem

Semarang
  1. Mbah Sholeh - Gunung Berguto
  2. Sunan Katong - Kali Wungu Kendal
  3. Mbah Musyafak - Kali Wungu Kendal
  4. Mbah Sholeh Darat - Bergoto Pajang Kota Semarang

Serang
Tabib Dawud - Warungkondang

Sidoarjo
  1. KH. Ali Mas'ud (Gus Uet) - Pagerwojo
  2. Mbah Muntoho bin Zarkasi - Krian
  3. Dewi Sekardadu
  4. Sayyid Ibrahim Al Jaelani (Mbah Jenggot) dan Mbah Bongoh - Bungurasih Dalam / Tengah, Waru
  5. Sayyid Hasan Madinah (Putra Sayyid Arief Segoropuro, Keponakan Sayyid Sulaiman, saudara kandung dari Sayyid Ali Akbar) - Bohar, Sepanjang 

Solo
  1. Kyai Syarif - Kedung Gudel Kenep
  2. Mbah Hadi Wijoyo (Joko Tingkir) - Pajang
  3. Ki Ageng Anis - Lawean
  4. Haji Sirod - Pajang

Sragen
Pangeran Samodro - Gunung Kemukus Sumber Lawang

Subang
R. Wanayasa Manganti - Sukamandi Subang

Sumatra
  1. Syekh Burhanudin - Padang Panjang Pariaman Sumatra Barat
  2. Syekh Ibrahim Al Khalidi - Kumpulan Bonjol Sumatra Barat

Sumenep
  1. Syaikh Yusuf - Raasa Kali Anget Tlangu
  2. Joko Tole - Saasa Tlangu

Surabaya
  1. Sunan Ampel (Raden Rohmatulloh) - Ampel Semampir
  2. Mbah Sonhaji - Ampel Semampir
  3. Mbah Sholeh - Ampel Semampir
  4. Sunan Bungkul - Darmo Wonokromo
  5. Sayyid Mansyur - Pasar Turi
  6. Kyai Djazuli bin Mursad - Pasar Turi
  7. Abu Hasan - Menanggal
  8. Maulana A. bin Karimah - Kembang Kuning
  9. Sunan Boto Putih - Surabaya

Surakarta
Hadi Wijoyo - Pajang Lawean

Tasikmalaya
  1. Syekh Ahmad - Patroman Pangandaran
  2. Mbah Abdul Muhyiddin - Saparwadi Pamijahan
  3. Syeikh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad (Abah Sepuh)
  4. Syeikh Ahmad Sohibul Wafa Ta'jul Arifin (Abah Anom)

Tegal
Raden Purabaya - Kramat

Trenggalek
  1. Mbah Badowi - Gunung Cilik Durenan
  2. Mbah Begawan Turesmi - Santren
  3. Mbah Abd. Hamid - Ngantru
  4. Mbah Mas'ut Barean - Panggul
  5. Mbah Boedowi Hudoyono - Gunung Cilik Nggador
  6. Mbah Yahudo - Nglorok Pacitan Trenggalek
  7. Mbah Mesir - Semarum Durenan
  8. Mbah Nur Muzdalifah - Santren
  9. Mbah Nur Kholifah - Sumber Karangan
  10. Kyai Ahmad Yunus - Gunung Cilik Kamulan

Tuban
  1. Sunan Bonang (Raden Makhdum Ibrohim) - Kutorejo Kota Tuban
  2. Syaih Abdul Jabar - Nglirip Singgahan
  3. Sunan Geseng - Gesing Semanding
  4. Syaikh Ibrohim Asmoroqondi - Gesik Harjo Palang
  5. Mbah Mahmudin As'ari - Bejagung Semanding
  6. Mbah Abdul Jabbar - Nglirip Singgahan
  7. Mbah Punjul - Nglepon Jatirogo

Tulungagung
  1. Kyai Abd. Fatah Hasan Tholabi - Mk. Mangunsari
  2. Mbah Noeryahman - Mk. Bakalan
  3. Mbah Doel 'Adhim - Botoran
  4. Mbah Manshur Tsani - Tawangsari
  5. Kyai Moh. Syarif - Majan
  6. Mbah Hasan Mimbar - Majan
  7. Mbah Langkir - Winong
  8. Mbah Khusen - Mk. Kedung Singkal
  9. Mbah Hasan Ahmad Joyo Diningrat - Ngadirogo Sumber Gempol
  10. Mbah Kyai Ageng Patmo Dilogo - Ngadirogo Sumber Gempol
  11. Mbah Kyai Ageng Mohammad Mesir - Ngadirogo Sumber Gempol
  12. Habib Ahmad bin Salim Al-Muhdhor - Sumber Gempol
  13. Mbah Maddhali - Tawangsari
  14. Mbah Abdul Aziz bin Taruno - Sumur Warak Ngunut
  15. Mbah Sholeh Faruq / Mbah Wironadi - Ngunut
  16. Mbah Basyaruddin - Kalangbret Srigading
  17. Mbah Mansoer - Bancaan Mojosari Kalangbret
  18. Kyai Abd. Hamid bin Ahmad - Sumput B. Rejo
  19. Mbah Ghozali - Kauman Kalangbret
  20. Mbah Mustaham - Bancaan Kalangbret
  21. Imam Hambali bin Rohmad - Karangwaru
  22. Mbah Kyai Mustaqim - Kauman
  23. Mbah Hasan Mimbar - Kauman Karangbret
  24. Sunan Kuning / Imam Hanafi / Zainal Abidin - Macan Bang Gondang
  25. Mbah Abu Sujak - Cepean Sembung
  26. Mbah Hasan Anom As'ari - Kali Turi
  27. Mbah Jauhari Mahmud - Notorejo
  28. Mbah Abdulloh Fatah (Surontani) - Tanggung Boyolangu
  29. Mbah Mundir Madrawi - Campurdarat
  30. Mbah Raden Fatah bin Qosim - Bedalem
  31. Mbah Toermudi bin Munir - Bedalem
  32. Mbah Abu Yusak bin Rokib - Bangunmulyo Pakel
  33. KH. Dimyati - Campurdarat
  34. Sayyid Mursad - Campurdarat
  35. Guru Wali (Nurhidayatulloh) - Popoh
  36. Mbah Mahmud bin Tohir - Bangunmulyo Pakel
  37. Abu Hasan bin Rowi - Bangunmulyo Pakel
  38. Syaikh Wahyuddin Baidlowi - Pojok Ngantru
  39. Mbah Zarkasi bin Mahmud - Gadingan Sembung
  40. Mbah Kurdi bin Hudoyono - Tanijayan Bolorejo
  41. Mbah Maulana - Klampisan Gondang
  42. Mbah Hasan Anom - Keboireng Besuki
  43. Mbah Syarqowi / Mbah Witono - Ngujang Tulungagung
  44. Mbah Santri Tulungagung
Tapanuli
  1. Syekh Mahmud di Makam Papan Tinggi
  2. Makam Mahligai Dengan 215 Makam
  3. Makam Syaikh Abdul Gani Harahap
  4. Makam Kramat Jiret Mertuah
Uraian selengkapnya Ziarah Makam Wali Di Tapanuli

Yogyakarta
  1. Syeh Maulana Maghribi - Parangtritis Parangkusumo Bantul
  2. Sutowijoyo (Pangeran Senopati) - Kota Gede
  3. I.M Sujono (HB. Awal) - Imogiri
  4. Mbah Jemadikubro - Gunung Dorgo Kali Urang
  5. Sultan Agung - Imogiri
  6. Syeikh Ahmad Al-Maghrobi - Jati Anom
  7. Mbah Kyai Ashari - Lempuyangan
  8. Mbah Kyai Munawir - Krapyak
  9. Mbah Nuriman - Mlangi
  10. Kyai Ahmad Dardiri - Lempuyangan

Para pengunjung yang budiman, apabila masih ada ulama dan wali yang belum tercantum dalam daftar tersebut di atas, silahkan tambahkan dengan mengisi komentar.